Sosok Raja Agung

Aku terkesan dengan pernyataan Raja Yu yang digambarkan dalam film ini. Meskipun dia disarankan untuk tinggal di istana Qin setelah berhasil melenyapkan dinasti itu, ia memilih kembali ke negeri asalnya. Berikut adalah pernyataannya yang dia sampaikan menurut bahasa film The Last Supper ini.

Kita menaklukkan dinasti Qin dan tidak untuk menjadi generasi Qin berikutnya. Meskipun aku disarankan untuk tinggal di istana Qin ini selepas kemenangan ini, tapi itu tidak akan pernah terjadi. Kita tidak ingin mewarisi kekejaman dinasti Qin yang menginginkan penyatuan di seluruh dunia dengan satu bahasa yang sama, satu kereta yang sama. Hari ini aku akan membagi atas semua yang kita capai kepada semua saudara-saudara seperjuangan. Negeri ini akan dibagi menjadi 19 kerajaan dan masing-masing berkuasa atas wilayahnya masing-masing, dengan bahasa kalian masing-masing. Kembalilah pulang dengan jati diri kalian masing-masing.

Sebelum itu, telah ada jamuan makan malam terakhir (barangkali inilah yang dimaksud The Last Supper dalam judul film) sebelum perjalanan Raja Yu ke istana Qin. Liu Bang dan teman-temannya telah membuat ulah dengan menjarahi beberapa kekayaan yang dimiliki oleh dinasti Qin. Pada awalnya sempat diketahui oleh bawahan raja Yu dan dilaporkan. Raja Yu pun tahu bagaimana orang-orang yang di depannya selalu hormat dan setia itu ternyata juga sering melancanginya.

Selain Liu Bang, ada juga Xin yang merupakan salah satu prajurit hebat yang saat itu ikut bersama Liu. Usianya yang masih muda membuatnya tampil brilian di setiap pertempuran hingga akhirnya berhasil menumpas kekaisaran Qin. Mereka-mereka adalah orang yang sebenarnya tinggal menunggu waktu untuk dieksekusi oleh Raja Yu atas kelancangan mereka. Namun raja Yu tidaklah demikian, dengan sifatnya yang mulia dan dikenal pemaaf itulah mereka semua bebas, bahkan Liu Bang tetap diberi jatah kekuasaan dan termasuk dari 19 bagian kerajaan itu untuk memerintah wangsa Han.

Sifat Raja Yu yang pemaaf itulah akhirnya membuatnya terbunuh setelah ambisi terus menjangkiti Liu Bang dan menghasut wilayah lainnya untuk bersekutu melawan Raja Yu. Ketika Xin yang saat itu menjadi jenderal dan panglima perang Han memimpin pertempuran, dirinya berhasil menumpas seluruh pasukan dan menghabisi Raja Yu yang bertempur dengan gagah berani. Refleksi kematian Raja Yu mengingatkanku bahwa orang-orang yang mulia kebanyakan menemui akhir hayat mereka dalam kondisi yang sangat terhormat, baik ia mati dengan keadaan ditangisi rakyatnya atau dibunuh di tangan orang-orang yang berkhianat padanya.

bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.