Hari ini sudah jauh lebih baik dari kemarin. Rasa sakit itu perlahan mulai menghilang. Setelah kemarin selesai Saving General Yang, hari ini aku berganti pada satu film yang lain, The Last Supper. Kukira awalnya ini film barat, mengait pada novel Da Vinci Code ketika ada jamuan terakhir dalam kisah Yesus beserta para sahabatnya yang dilukiskan oleh Leonardo Da Vinci. Ternyata ini adalah kisah di film China yang mengangkat kisah berdirinya dinasti Han setelah mereka berhasil melenyapkan dinasti Qin.

Ketika mengingat nama dinasti Qin maka kita akan teringat pada sosok Kaisar Agung Qin Shi Huangdi yang berhasil membangun tembok raksasa China. Itu adalah tembok termegah yang menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Namun ternyata dibalik ambisi besar yang ia wujudkan untuk membangun pertahanan yang kuat dan membuka wawasan masyarakat Tiongkok untuk bertebaran ke penjuru dunia, menyisakan banyak sakit hati di kalangan rakyat yang ditindasnya.

Muncullah seorang raja yang mulia, Xiang Yu dari Chu dan dibantu sekutu-sekutunya salah satunya Liu Bang dari wangsa Han dan yang lainnya untuk merebut kemerdekaan mereka dengan melenyapkan kekaisaran Qin yang kejam itu. Dalam film ini, sosok raja Yu digambarkan sebagai seorang yang tampan dan berperangai mulia. Seorang raja yang menghargai setiap persekutuan dan pemaaf kepada bawahan-bawahannya yang berkhianat. Berkat perjuangannya yang gigih akhirnya, raja Yu dan para sekutunya berhasil mengalahkan kekaisaran Qin dan melenyapkan seluruh keturunan yang tersisa.

Film ini lebih menggunakan sudut pandang refleksi untuk memberikan nasihat kepada kita agar tidak gila kekuasaan. Pasukan koalisi yang berhasil menguasai pertama kali istana Qin adalah yang dipimpin oleh Liu Bang dari wangsa Han. Meskipun pada awalnya dia adalah panglima perang yang setia kepada raja Yu, akhirnya benih-benih pengkhianatan pun mulai muncul semenjak dia menginjakkan kaki di istana Qin yang penuh dengan kemegahan dan kemewahan itu. Ambisinya untuk menjadi kaisar membuatnya lancing dan melangkahi pemimpinnya di koalisi ini, raja Xiang Yu.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.