Tegar Meskipun Dikhianati

Pertempuran pun terjadi. Dua kekuatan besar antara Kekaisaran Sung dengan Khittan bertemu di medan perang. Pasukan utama yang jumlahnya sebenarnya sedikit dipimpin langsung Jenderal Yang untuk menjadi pasukan tempur utama. Sebagian pasukan besar lainnya berada di belakang mengawal Tuan Pan, sang panglima tertinggi.

Awalnya pertempuran berpihak pada Jenderal Yang, tetapi ternyata pasukan Khitan jauh lebih besar dari perkiraan. Mereka terus datang untuk mengepung pasukan Jenderal Yang. Melihat hal itu, bukannya menambah pasukan di garis depan, Tuan Pan yang memang tidak mengerti pertempuran justru menarik mundur pasukan yang bersamanya.

Melihat hal itu, Jenderal Yang tetap menyerukan pertempuran sampai akhir. Sampai akhirnya dia terkena panah beracun pada bagian pungguhnya. Melihat hal itu, para prajuritnya semakin gigih berjuang, bahkan sang Jenderal pun tetap gagah melibas pasukan Khittan tanpa ampun. Akhirnya Yelu Yuan memutuskan untuk menarik mundur pasukannya meskipun kondisinya sebenarnya memungkinkan untuk menghabisi pasukan Sung yang tersisa pimpinan Jenderal Yang. Dia merencanakan strategi busuk untuk menghabisi seluruh keluarga Yang dengan trik yang jitu. Sebagian besar pasukan Khitan langsung diperintahkan menggempur Huanzhou untuk menembus pertahanan Kekaisaran Sung, sebagian kecil mengawalnya untuk mengejar Jenderal Yang. Pasukan Sung yang tersisa pun akhirnya melarikan diri ke Gunung Serigala bersama pemimpin mereka, Jenderal Yang.

Gunung Serigala sebenarnya dulu menjadi pertahanan kuat Kekaisaran Sung menghadapi gempuran pasukan Khitan. Tapi kali ini karena semua pasukan ditarik mundur jauh ke Huanzhou, maka Gunung itu menjadi tempat yang tepat untuk pengepungan oleh para Khitan. Jenderal Yang memilih Gunung Serigala dengan harapan ada pasukan bantuan yang dikirimkan oleh Kaisar sebelum ia kembali ke celah Yanmen.

Hal yang luar biasa di fragmen ini adalah sebenarnya sang Jenderal sudah meminta pasukan yang bersamanya untuk kembali lebih dahulu agar memulihkan luka mereka. Namun karisma sang Jenderal membuat para prajurit itu tetap setia untuk membela panglima mereka. Dan Jenderal Yang pun tidak mengumpati pengkhianatan yang diterimanya.

bersambung ….

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.