Rantau 1 MuaraAku sampai lupa untuk membuat resensi tentang buku terakhir dari Trilogi 5 Menara yang ditulis oleh bang A Fuadi. Buku yang diberi judul Rantau 1 Muara itu adalah kisah terakhir dari rangkaian perjuangannya yang disandikan dengan nama Alif Fikri.

Seperti rangkaian angka ganjil dari 5 hingga ke 1 aku yang agak-agak konek dengan masalah matematika mencoba menera kembali ketiga judul buku yang keren itu. NEGERI 5 MENARA, RANAH 3 WARNA, dan RANTAU 1 MUARA. Pada prinsipnya, ketiganya adalah buku yang menceritakan pembuktian pepatah yang ia dapatkan dari para gurunya sewaktu dirinya belajar di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.

Ketiga petuah itu adalah

Man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya)

Man shabara zhafira (siapa yang bersabar akan beruntung)

Man saraa ala dzarbi washala (siapa yang berjalan di jalannya maka ia akan sampai)

Alif Fikri pun sampai pada masa lulusnya meskipun di masa wisudanya dia harus menelan pil pahit karena Raisa, sang gadis impiannya ternyata telah lebih dulu dilamar Randai, sahabat sekaligus saingan yang selalu berkompetisi menuju kesuksesan. Masa susah ketika tumbangnya orde baru menuju permulaan masa reformasi adalah hal yang membuatnya semakin menelan pil pahit mengingat sulitnya mencari pekerjaan.

Alif adalah orang yang merasa bingung sebagai lulusan Hubungan Internasional karena ia merasa belum menemukan jalan hidup yang seharusnya. Akhirnya dia mencoba menera perjalanan panjangnya selama ini dan dia menemukan salah satu potensinya yang selama ini terasah, yakni kemampuan menulis. Maka akhirnya ia berhasil menjadi bagian dari wartawan salah satu majalah nasional yang cukup disegani karena keberaniannya sejak orde baru dalam menyuarakan ketidakadilan.

Namun sesungguhnya hati kecil Alif menyerukan dirinya bahwa dirinya adalah seorang pembelajar yang tidak pernah lelah untuk mencari ilmu. Maka perjalanannya sebagai seorang jurnalis tersedak sesaat dengan kesempatan untuk menuntut ilmu di Amerika meskipun akhirnya di sana dirinya pun kembali ke dunianya lagi. Di novel ini pula, dia kembali menemukan jalannya untuk mewujudkan bahtera rumah tangga yang sesungguhnya yang sejak awal selalu ia jaga dengan baik agar tidak menjadi murahan atau hanya sekedar senda gurauan. Cinta yang memang tulus dan diniati serius untuk mewujudkan generasi yang lebih mulia.

Novel ini pokoknya luar biasa dalam mengulas kisah hidupnya di masa lalu yang penuh dengan perjuangan. Aku sadar ini novel jadi pastilah ada hal-hal yang mengalami proses imajinasi. Namun, karena novel ini berlatar belakang kisah hidup hampir-hampir aku percaya bahwa inilah kisah hidup A Fuadi yang diperankan oleh Alif Fikri. Inilah novel yang mengumpulkan ketiga petuah luar biasa itu, setelah satu demi satu dibahas dalam novel-novel sebelumnya.

Inilah kiranya salah satu novel recommended bagi para pencari nasihat ketika sudah merasa bosan dengan buku-buku nasihat yang eksplisit. Di novel ini akan ada banyak nasihat yang dapat kita peroleh secara implisit.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.