Era informasi saat ini membuat setiap kita bebas untuk berbicara, baik berbicara sesuatu yang paling kotor hingga yang paling suci. Bahkan aku mungkin tidak menjumpai kebebasan yang lebih bebas kecuali di negeri ini. Di Eropa yang katanya negeri pengusung kebebasan, itu hanya kata orang sini yang belum pernah ke sana. Di sana memang bebas sih, tapi banyak aturannya yang secara sadar ditaati masyarakatnya, jadi kata siapa bebas berekspresi.

Di negeri ini, dengan daya tangkap masyarakatnya yang masih pas-pasan, ditambah keinginan untuk bebas setelah menikmati panci bertekanan sejak zaman penjajahan hingga orde-orde yang berkuasa kemarin, masyarakat menerjemahkan kebebasan menjadi absurd.

Bebas dan kebebasan itu apa? Sebenarnya masyarakat negeri ini pasca reformasi itu seperti orang yang dulu dipenjara dalam di ruangan yang banyak fasilitasnya tapi tidak mau belajar. Lalu mereka bebas dan berada di alam terbuka yang jauh lebih banyak fasilitasnya, sayangnya mereka tidak pernah belajar sebelumnya menggunakan fasilitas itu.

Maka ketika pintu kebebasan itu dibuka, kita lihat betapa anehnya perilaku masyarakat kita. Negeri yang kaya dengan berbagai keanekaragaman hayati ini, kaya pula dengan keanekaragaman tingkah laku manusia-manusia di atasnya. Dalam hal kebebasan, mereka pun akhirnya membuat berbagai tingkah atas nama kebebasan itu. Kebebasan semu yang sejatinya ekspresi kebodohan yang tidak ketulungan.

Maka tidak perlu heran jika hari ini orang-orang desa menjadi lebih norak dari orang kota. Bergaya petentang-petenteng dengan hape ngejreng yang tidak ada pulsanya. Atau ewar ewer ke sana kemari dengan motor beken yang bensinnya nyaris habis. Dan segudang ironi yang tidak bermutu lainnya, sementara mereka lupa bahwa mereka orang desa yang kaya raya.

Era kapitalisme telah merubah tata nilai masyarakat kita yang kaya nilai dan kaya akan sumber daya alam menjadi miskin. Karena kita percaya bahwa kaya itu harus menjadi tuan tanah, uangnya banyak, dan menindas saudara-saudara setanah air. Kalau sudah begini siapa yang bertanggungjawab? Katanya kita berada di era kebebasan.

Mari belajar tentang arti kebebasan. Apa itu kebebasan. Aku lebih setuju kita mengambil arti kebebesan dari terminologi agama, bahwa kebebasan itu adalah masa dimana kita bisa mengaktualisasikan peran hamba dan khalifah kita di muka bumi tanpa ada penghalang baik itu ketakutan diri dan ancaman dari luar. Itulah kebebasan.

Jadi jika hari ini katanya bebas, tapi kita jadi bagian dari materialisme, mana bisa kita sebut kebebasan. Wong kita jadi lupa tuhan. Lalu untuk apa kita hidup kalau kita lupa dari tujuan penciptaan kita. Itu namanya terperangkap kawan, bukan bebas. Jadi bebas itu sebenarnya bertanggung jawab atas tujuan penciptaan diri kita. Terserah Anda mau setuju atau tidak.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.