Sahabat, ingatkah tanggal berapa hari ini?

Jika tidak ingat tak ingatkan sekarang bahwa hari ini adalah 30 September 2010.

Jika kita menerawang masa lalu, ingatan kita akan sampai pada masa ketika saat itu PKI hendak mengambil alih negara ini. Namun Alloh memiliki takdir yang baik untuk bangsa ini dengan gagalnya kudeta mereka dan kemenangan di pihak bangsa Indonesia. Malam itu adalah malam yang mengerikan bagi para pahlawan revolusi kita ketika mereka diculik dan dibunuh secara biadab.

Jika engkau mau mendengarkan cerita dari kakek-kakek kalian maka bersamaan dengan malam itu dan waktu- waktu sebelumnya malapetaka marxisme dan teman2nya telah melanda negeri ini. Para kiayi dan santri diculik dan dihabisi secara keji, orang-orang yang sedang shalat dibacok, alQuran diinjak-injak dan semua orang dilanda kecemasan akan lahirnya sebuah negeri yang menafikan Sang Pencipta. Nasib serupa juga menimpa para tokoh agama lainnya. Betapa biadabnya mereka membantai saudara setanah air mereka.

Namun Alloh masih menghendaki bangsa ini tetap menjadi bangsa yang orang-orangnya mengenal-Nya dan menyembah-Nya. Maka Dia menitipkan kemenangan bangsa ini lewat perjuangan para prajurit bangsa yang setia serta orang-orang yang masih cinta pada kedamaian. Kita menang melawan komunisme dan mereka pun dimusnahkan dari bumi pertiwi ini. Kini kisah yang  itu tinggal menjadi sejarah.

Namun aku merasa bahwa generasi kini telah lupa mensyukuri buah kemenangan itu. Bukankah Alloh telah melimpahkan kemenanga demi kemenangan bagi bangsa ini setelah sekian lama tertindas dan terintimidasi. Sehingga untuk sekedar hidup saja kita harus berjuang jeras. Apalagi untuk beribadah dan menegakkan kalimat-Nya yang agung. Mulai dari zaman penjajahan, perang kemerdekaan hingga berbagai polemik sejarah yang pernah mewarnai kehidupan negeri ini. Maka sangat rugilah jika engkau wahai para pemuda di saat semua fasilitas saat ini sudah sedemikian lengkap dan canggih namun kita justru melupakan posisi dan kedudukan kita. Alangkah celakanya jika kita melupakan perjuangan para pendahulu kita. Untuk apa mereka berjuang, untuk apa mereka meraih kemerdekaan, tidak lain hanyalah agar bangsa ini dapat menikmati indahnya hidup sebagai bangsa yang berdaulat dan sebagai hamba Alloh yang taat beribadah.

Jika kita tak ingat hari ini, dan makna yang dalam hari ini maka kita pasti tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan bagi diri kita sendiri selain hanya angan-angan kosong, kemesraan semu dan cinta palsu. Siapa yang seharusnya kita cintai? Bukankah Dia telah melimpahkan cinta yang sedemikian banyak pada kita hingga kini.

Ayuh kita bangkit, bergerak, membuat perbaikan dan bukan hanya sekedar perubahan. Dengan ilmu dan amal. Negeri kita butuh pemuda-pemuda yang bekerja keras. Bukan pemuda-pemuda yang hanya nonton konser musik, sepak bola dan tari-tarian di diskotik. bukan pula pemuda-pemudi yang asyik berduaan di bawah pohon rindang, padahal di saat itu negara-negara lain tengah mempersiapkan diri untuk mengambil alih kekayaan dan kepunyaan negeri ini.

Ayuh kita lakukan perbaikan, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini dan mulai dari hal yang kecil

(Repost from my FB Notes)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.