Hari ini aku mendapat kesempatan diskusi dengan salah satu kepala marketingnya XL Solo. Sebuah pertemanan yang terjalin setelah gagal meraih sponsorship untuk proyek web idealisku, www.fisika.org. Tapi tak mengapa, karena dipercaya untuk menjadi partner diskusi (siapa tahu nanti kecipratan kegiatan dari beliau) adalah nilai lebih yang kudapatkan dari menjalin kerja sama di ruang-ruang yang tidak biasa ini.

Berbekal semangat setelah konsul masalah tugas akhir yang semakin terang, kupacu kuda besiku menuju pameran Komputer di Diamond Solo. Aku tidak terlalu tertarik dengan pamerannya karena memang sedang tidak punya uang dan tidak punya keinginan buang-buang waktu lihat produk-produk yang mayoritas buatan asing tersebut.

Segera saja aku menemui Pak Daniel, begitulah namanya. Diskusi dari berbagai tema seputar perjuangannya menjadi orang marketing. Aku dapat banyak inspirasi bagaimana memasarkan sebuah produk dengan cara yang paling kreatif. Hal yang paling seru adalah perjuangan dia bagaimana harus mengulang masa kejayaannya dengan menumbangkan kejayaannya di masa lalu. Sebelum di XL beliau pernah di Indosat dan berhasil menancapkan kukunya di sebuah kampus di Solo, kini setelah di XL dia harus kembali mengakuisisi apa yang dulu telah dia tancapkan, diganti dengan bendera barunya.

Aku terpikir, dunia pekerjaan dan materi saja bisa membuat seorang terus berjuang sekeras ini. Aku justru lebih menangkap bagaimana dia menyukai tantangan-tantangan menegangkan seperti ini, karena seperti kita tahu orang yang bekarja di perusahaan swasta tentu tidak seperti PNS yang kerja nggak kerja digaji. Di perusahaan seperti ini beliau mempertaruhkan kredibilitas dan keahliannya untuk memberikan hasil yang optimal demi meningkatkan pendapatan perusahaan.

Refleksi hari ini, jika masalah kebendaan saja menjadi hal yang luar biasa seperti ini, bagaimana dengan upaya dakwah yang sudah jelas kemuliaannya. Dakwah lebih dari sekedar marketisasi produk, tapi marketisasi nilai kebaikan dan moral dari Tuhan. Ini berbicara tentang keyakinan akan apa yang sebenarnya kita bawa dari Islam yang mulia ini. Tak banyak yang terpanggil untuk menjadi sales-sales kebaikan ini kecuali dirinya yang mengerti betapa mulianya jadi marketingnya agama Allah.

Inspirasi dari Pak Daniel memberi ruang kesadaran baik secara duniawi maupun ukhrawi. Semangat bekerja keras!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.