Hari ini terasa mendebarkan bagi aku yang akan presentasi mengenai proyek yang sedang aku kembangkan sekarang. Setelah beberapa waktu lalu menunggu, hari ini aku bisa presentasi di depan salah satu manajer di XL Center Solo yang belakangan ku kenal sebagai manajer pemasarannya, Pak Daniel.

Hal yang unik adalah aku merasa nyaman ketika bertamu di sana, karena biasanya satpam memperlakukan orang yang masuk ya sekadar pengunjung biasa yang mau konsultasi ke Customer Service, kali ini aku datang karena akan bertemu bosnya, dan ternyata memang orang-orang di Jawa itu memandang kepentingan untuk bisa memperlakukan orang lain. Termasuk ketika dulu pernah menghadap bosnya XL di regional, orang-orang di bawahnya terlihat begitu menghormatiku. Ini buruk atau baikkah dalam struktur sebuah perusahaan negeri kita? Atau memang realita? Ah tak tahulah, yang jelas inilah yang kualami. Aku bukan tamu biasa hari ini. He he he

Alhamdulillah, manajer pemasaran XL tersebut memberiku waktu hampir satu setengah jam untuk presentasi dan dilanjutkan dengan sharing dan diskusi. Banyak sekali masukan untuk proyek yang sedang kukerjakan. Dan kesimpulannya aku juga sadar bahwa aku sedang salah alamat ketika mengirimkan proposal. Proposalku CSR, tapi yang menerima orang-orang marketing, jadilah aku justru diberi tawaran bisnis yang lain. Tapi tidak mengapa? Hari ini kuliah gratis 1 sks tentang marketisasi produk dan bagaimana mengejar target agar visi yang aku bangun dapat tercapai.

Jika secara finansial hasilnya masih nihil aku tidak kecewa. Aku sadar, proposalku di samping salah alamat masih butuh banyak penyempurnaan. Aku sudah presentasi maksimal, tapi konten yang kupresentasikan masih harus diperbaiki lagi. Yang jelas hari ini aku mendapat pengakuan untuk berpartner dari orang mungkin sebagian lain memuji-mujinya dan begitu patuh dengannya (ya tentu anak buahnya lah), tapi aku bisa santai berdiskusi dengannya. Wow banget rasanya.

Seperti halnya ketika aku juga duduk dan berkesempatan berbincang diskusi di sebuah restoran mewah di Solo (yang aku saat pesan minum saja bingung menunya). Aku tidak banyak bermimpi untuk makan-makan enak di restoran, di samping mahal juga boros. Tapi kalau ditawari mau banget. Dan saat itu aku juga dapat ilmu banyak tentang marketisasi produk.

Jika sampai hari ini aku masih belum berhasil membuat kemasan yang baik untuk ide-ideku, kemungkinannya adalah aku masih ragu menuntaskan ide ini atau memang aku terlalu bodoh untuk bisa belajar dari orang lain. Tidak ada yang baik dari kemungkinan itu, tapi aku harus banyak belajar lagi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.