Subuh hari aku harus mengantar adikku tercinta yang seharusnya kemarin kembali ke asrama yang telah dirintis KH Ahmad Dahlan itu. Demi menunggu kedatanganku akhirnya dia memilih pulang Sabtu pagi. Suasana kota Jogja di pagi hari masih sepi, jauh dari keramaian Jakarta yang mungkin sudah tidak masuk akal lagi. Kota yang padat itu tampak teratur tatkala aku pertama kali mendarat di bandara Adisucipto dalam rangkaian penerbangan panjang dari Kalimantan sepekan kemarin.

Dan lagi-lagi postingan ini sebenarnya untuk menuliskan lagu Ebiet G. Ade yang bertajuk Yogyakarta. Simak ya

Yogyakarta

Seperti debu, tajam menerpa mata

Aku tersentak dari lamunan

ketika kubuka tirai jendela

Seperti angin, lembut menyusup jiwa

Aku terpejam, kuhirup nafas dalam

di gerbang kotaku, Yogyakarta

Hari ini aku pulang, hari ini aku datang

bawa rindu, bawa haru, bawa harap-harap cemas

Masihkah debu jalanan menyapa gerak langkahku?

Masihkah suara cemara mengiringi nyanyianku?

Seperti bintang diam menunggu fajar

Aku berfikir untuk membangunkanmu

Bergumul dengan gelora nafasmu

Di sini aku ditempa, di sini aku dibesarkan

Semangatku, keyakinanku, keberadaanku pun terbentuk

Masih aku pelihara kerinduanku yang dalam

Setiap sudutmu menyimpan derapku, Yogyakarta

Setiap sudutmu menyimpan langkahku, Yogyakarta

mmmm hoo

Nah, ini lagunya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.