Hari ini ada hadiah dari Allah untukku. Aku diminta menjadi moderator di Assalam JN UKMI UNS. Acara yang spesial untuk maru tersebut menghadirkan salah satu sahabatku yang jago di bidang politik kampus dan salah satu ustadz yang memiliki kepakaran di bidang syariah, Dr. Muinuddinillah Bashri, MA., lulusan LIPIA Jakarta dan Universitas Riyadh KSA.

Rasanya aku seperti baterei yang udah berkurang dayanya dan mendapat charge tingkat tinggi. Berada disamping seorang pakar syariah untuk menyemangati generasi muda muslim UNS agar menemukan jati dirinya sebagai muslim tentu sesuatu banget kan. Nah beliau memberikan materi tentang Islam sebagai jalan hidup atau bahasa kerennya Islam Minhajul Hayah atau dalam bahasa gaulnya Islam is Way of Life. Atau kasih istilah sendiri lah.

Pemaparan yang dinamis dan tegas membuat kami seperti menemukan kebanggaan lagi sebagai seorang muslim yang terkadang hari ini terjebak dalam inferioritas karena faktor realitas yang membuat opini buruk tentang Islam. Persepsi Islam yang buruk bahkan di mata umat Islam yang awan karena ulah segelintir oknum membuat kita tidak PD lagi menjadi seorang muslim. Nah banyak kisah dan logika-logika cerdas yang beliau sampaikan sebagai bekal untuk menangkal logika kaum liberal dan sekuler yang kadang-kadang berasal dari orang-orang yang mengaku Islam juga.

Jati diri, mungkin itu yang bisa kusimpulkan dari penjelasan beliau yang komprehensif. Ya, jati diri kita adalah seorang muslim. Maka sudahkah kita bertanya dan mengenal lebih jauh tentang Islam kita. Sudahkah ia menjadi jalan hidup kita? Atau jangan-jangan kita hanya pemakai gelar itu di tengah suara mayoritas di negeri ini. Di negeri ironi ini, maka ke-Islam-an kita harus dibuktikan sejelas-jelasnya, yakni sebagai rahmatan lil alamin, kebaikan bagi sekitar kita.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.