Sekolah Teh Super Mewah & Makan Siang Paling Gila

Menjadi master teh seperti Lee Chee Keong tidak lagi perlu berbicara soal uang dan biaya. Dedikasi dalam mencerdaskan generasi muda untuk peduli lingkungan soal perkebunan teh dan peduli kesehatan dengan hidup sehat dengan teh membuatnya menjadi salah satu orang yang berpengaruh di Singapura. Maka uang bukan lagi persoalan baginya karena siapa pun pasti mau berinvestasi untuk sebuah visi besar itu.

Kami diajak ke cabang sekolah barunya yang ada di dekat Little India Singapura. Bangunan yang dipakai memiliki 4 atau 5 lantai (aku lupa). Para pekerja masih menata ruangan dan segala perabotannya. Dan hal yang gila adalah bagian lobi, semua temboknya dilapisi keramik dari teh puer yang dipress menjadi seperti ubin-ubin keramik. Tentu saja hal itu dirancang untuk menghasilkan aroma teh yang alami sejak memasuki ruangan sekolah. Tapi yang membuatku geleng-geleng kepala adalah bahwa harga satu bungkus teh puer itu mencapi 1,5 – 2 juta rupiah. Lah ini mungkin sampai berkuintal-kuintal hanya untuk dijadikan tembok dan jelas tidak bisa dihidangkan lagi. Tapi lagi-lagi ini adalah soal dedikasi dan seni dari master tea. Jangan protes, apalagi memaksakan pendapat dengan perspektif orang Indonesia bahwa bisa makan saja sudah cukup.

Usai berkeliling dan berfoto-foto di sekolah baru Mr. Lee tersebut, kami diajak untuk makan siang di sebuah restoran India Banana Leaf, kawasan Little India Singapura. Tentu saja Master Indrawan juga telah menjelaskan kategori makanan bagi seorang muslim. Beliau pun mempersilakan kami memesan sesukanya. What? Aku memilih sajian Udang yang harganya 5 SGD satu biji. Aku membeli dua (karena ukurannya sangat besar). Master Indrawan memesan kepiting raksasa dengan harga 20 SGD. Sedangkan Mr. Lee memesan kepala ikan super dengan harga mencapai 40 SGD. Inilah kisah makan siang tergilaku pertama kali di Singapura. Master Indrawan pun juga mengakui meskipun ini kali keduanya ke Singapura saat menghadiri undangan kedutaan besar Jepang di sana, dirinya mengatakan baru kali ini makan dengan hidangan yang harganya fantastis. Selebihnya tidak perlu diceritakan karena kami mengisi muatan berikutnya untuk besok pagi setelah tadi malam diisi penuh di Purple Cane Restaurant.

Sekedar informasi, setiap meja di Banana Leaf Restauran ini dilengkapi iPad. Sehingga kami hanya perlu mengirim pesan lewat iPad tersebut jika akan mengajukan pemesanan menu atau menambah menu yang diinginkan. Ha ha, ini restoran kelas tinggi yang tidak akan dijamah para backpacker kecuali karena undangan spesial seperti hari ini.

bersambung ….

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.