Shalat Jumat di Little India & Tragedi Kehilangan

Oh iya ini hari Jumat. Jadi setelah agenda makan siang, kami akan segera melakukan shalat Jumat di masjid Little India. Kami pun berpisah sementara dengan Mr. Lee. Kami sengaja meninggalkan tas punggung kami yang berat di kantornya untuk memastikan kembalinya kami nanti, disamping menghemat energy kami untuk mengelilingi kawasan Marina Bay nantinya.

Malang tak dapat ditolak. Master Indrawan Yepe merasakan ada sesuatu yang hilang. Yah, tas hijaunya yang berisi seluruh uang, ponsel, dan papornya. Kami pun kebingungan dan kembali ke restoran India. Di sana juga tidak ditemukan. Bahkan pemilik restoran sampai ribut satu sama lain. Ah, kami mengacau kedamaian mereka sepertinya. Maaf tuan takur dan nyonya takur. Maka kemungkinan yang tersisa adalah tas itu tertinggal di kantor Mr. Lee, tertinggal di sekolah, atau di dua taksi yang mengantar kami dari Liang Court ke sekolah atau dari sekolah ke Little India. Ah, aku cukup ngeri jika tas terbawa oleh sopir taksi. Urusannya pasti sangat panjang dan agenda jalan-jalan ke Singapura hari ini jelas gagal total. Tapi jawaban paling penting segera kami pilih, Shalat Jumat.

Alhamdulillah, setelah mencari-cari masjid di pedalaman Little India kami dapati di sana shalat jumat belum dimulai. Kami segera wudhu dan shalat penghormatan untuk masjid di ruang utama. Ada keanehan ketika khutbah dimulai dimana tidak dimulai dengan adzan dan hampir tidak ada bahasa Arab sebagai rukun khutbah yang harus diucapkan. Dan yang membosankan semua diucapkan dengan bahasa urdu dalam durasi waktu hampir setengah jam. Aku sempat tertidur dalam duduk dan terjatuh saat kembali berdiri karena kakiku kram semua.

Aku mengira bahwa aku tertinggal shalat dan tidak dibangunkan para jamaah lainnya. Aku pun segera shalat 2 rakaat – 2 rakaat untuk dzuhur – ashar. Tapi apa yang terjadi? Barulah setelah 30 menit dengan ceramah yang jelas tak kumengerti bahasanya tadi, azan dikumandangkan. Khatib yang tadi berkhutbah kembali berkhutbah dengan bahasa Arab. Dan ternyata, inilah sesungguhnya khutbah jumat yang kunantikan tadi. Aku cukup mengerti bahasa Arab yang lazim digunakan dalam balaghah atau bahasa publik karena pernah merasakan belajar bahasa tersebut sewaktu di ma’had dahulu. Rupanya tadi adalah kajian pra shalat jumat. Maka kubatalkan lagi kedua shalat yang sudah kulakukan tadi dengan mengikuti shalat jumat tadi. Ya Allah ampuni aku atas kelancangan ini.

Usai menambah dua rakaat untuk shalat asharnya, kami segera bergegas mencari tas yang hilang tadi. Di tengah hujan gerimis dan langit yang mendung, kami berjalan menuju sekolah yang jaraknya sekitar 1,5 km dari Little India. Alhamdulillah, ternyata tasnya ada di sana dan masih utuh seperti sedia kala. Tetapi kami telah rugi beberapa menit karena kami harus berbelanja souvenir di Little India. Mengapa di sana? Ya karena harganya terjangkau. Selusin gantungan kunci cukup dibayar dengan 10 SGD, katanya itu sudah tergolong murah. Benarkah? Yah dari pada tidak beli sama sekali.

bersambung ….

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.