Bandung Bootcamp #10

Kenalkah sobat dengan nama Bootcamp? Itu adalah istilah yang dimunculkan sejak adanya National Bootcamp, sebuah acara yang berisi sharing inspirasi dari para technopreneur muda, khususnya yang bergerak dalam bidang IT. Nah, yang yang ada di Bandung mereka membuat event yang kelasnya nasional dengan nama Bandung Bootcamp. Uniknya adalah panitia ini hanya ditangani 4 orang, dengan 3 orang diantaranya adalah panitia sekaligus pembicara dan moderator nantinya. Gila kan? Tapi bagiku ini simple dan efektif.

Acara ini dibagi menjadi tiga sesi. Pertama adalah tentang motivasi bisnis sejak muda. Yang kedua adalah tentang startup bisnis. Yang terakhir adalah tentang SEO dan marketing lewat Facebook.

Acara pertama diisi oleh tiga pembicara keren. Mereka adalah Fery Hasan (Juara Wirausaha Muda Mandiri 2012 Kategori Boga), Harland Firman A (Juara Wirausaha Muda Mandiri 2012 Kategori Terinovatif), Setia Furqon Kholid (Penulis Buku Entrepreneur Best Seller “Muda Karya Raya”). Yang sama dari ketiganya adalah usia mereka masih muda. Yang sama lagi dari ketiganya adalah aku menangkap aura keshalihan dari masing-masing pribadi mereka. Terutama bang Fery yang memaparkan kisah perjuangannya saat menghadapi kebangkrutan dan bangkit. Hanya satu pesan yang dia katakan, kembali kepada Allah. Ingat dan yakin bahwa rizki itu adalah pemberiannya. Sayangnya, aku lupa mengaktifkan alat perekam yang kugunakan. Aku menangkap konsep religius dalam bisnis mereka masing-masing. Mereka memotivasi kami untuk tidak bicara soal uang, tetapi soal dedikasi dan kerja keras. Terutama bangkit dari keterpurukan.

Acara berikutnya adalah inspirasi tentang startup. Apa itu? Intinya segala hal yang menjadi rintisan bisnis. Karena konteksnya hari ini bicara bisnis online, maka para pembicaranya pun juga orang-orang yang menekuni dunia online. Ada dua pembicara, yakni Rein Mahatma (How to Get Your Startup Funded) dan Tantan Hilyatana (Digital Product Creation Mastery). Mas Rein berbicara tentang pendanaan startup-startup yang kreatif. Beliau sendiri sebenarnya bukan pembuat startup, tetapi public relation yang banyak berperan menjadi penghubung antara investor dan anak-anak muda kreatif yang membuat startup. Nilai ratusan juta hingga miliaran ternyata telah banyak dikucurkan para investor kepada startup-startup yang kreatif seperti sedapur.com, kaskus.com dan sebagainya. Sedangkan kang Tantan, mahasiswa filsafat yang justru jadi programmer itu bercerita tentang keberhasilannya meraup uang 50.000 USD alias 5 miliar rupiah dalam waktu 2 pekan saja dengan menjual hasil kreasinya berupa tema premium untuk web ber-CMS worpress. Beliau mencontohkan sebuah startup yang berawal dari apa yang dia sukai. Suka melakukan, tapi dibayar lagi. Wah keren juga ya.

Dan sesi terakhir diisi oleh dua panitia yang sekaligus menjadi pembicara. Mereka adalah Bramantya Farid (Profitable Online Store -Generating Cash with Simple SEO) dan Ilham Taufiq M (How to Generate Millions of Facebook Fans -Make Your Brand Like A BIG BRAND). Bagi para blogger, ini adalah momen yang penting. Meskipun materi yang mereka sampaikan cukup keren, tetapi karena waktu yang terbatas mereka hanya menyampaikan hal-hal yang sifatnya konsep. Mas Ilham yang telah banyak mendongkrak pendapatan perusahaan lewat facebook fanpage memberikan kunci bahwa keberhasilannya bukan pada banyaknya like, tetapi model bisnisnya sendiri. Sedangkan mas Bram memberikan tutorial praktis tentang menggunakan SEO. Sang juara SEO internasional tahun lalu itu memang tak punya banyak waktu untuk memberikan semua jurus jitunya kepada kami, tetapi beliau mewariskan pesan bahwa berlatih dan konsisten itulah menjadi kunci utama kesuksesan.

Hanya dua kata yang bisa kuucapkan untuk mereka semua. Terima kasih. Yah, terima kasih atas inspirasinya seharian ini. Setidaknya aku menemukan kebanggaan kembali sebagai anak bangsa di tengah kemerosotan moral dan idealisme kaum muda. Ternyata aku masih melihat komunitas anak-anak muda yang optimis dan kreatif.

bersambung …

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.