Kejutan berikutnya datang dari pengumuman DKM Masjid Daarut Tauhid. Usai shalat isya akan diselenggarakan bedah buku tentang Imam Shamsi Ali, yang kini bermukim di New York, Amerika Serikat sebagai imam di Islamic Center Ground Zero, bekas reruntuhan WTC. Wow, benar-benar kejutan yang tidak pernah terbayangkan. Dulu ketika Tori, kawanku yang pernah mendapatkan kesempatan ke AS bisa mengunjungi beliau di New York, aku jadi kepengin.
Dan ternyata malam ini semua itu terjawab di masjid ini, tanpa harus terbang ke AS. Imam Shamsi Ali, putra Indonesia dari Makassar itu pun mengunjungi tanah airnya untuk berbagi kisah tentang perjuangan dakwahnya di Negeri Paman Sam itu. Qiraat beliau yang sangat indah itu membuatku menikmati shalat Isya. Meskipun aku tidak begitu tahu bagian ayat yang dibaca tetapi setidaknya bisa menangkap maksud dari ayat yang beliau baca dengan lembut itu. Luar biasa.
Masjid Daarut Tauhid pun dipenuhi jamaah ikhwan-akhwat yang ingin mendengarkan kisah dari beliau. Dengan dimoderatori perwakilan penerbit Mizan Bandung yang menjadi penerbit buku Biografi Imam Shamsi Ali itu, kajian malam ini pun berjalan dengan lancar. Laksana Mabiru yang pernah kuikuti di kampus, para peserta tampak begitu antusias memperhatikan paparan beliau yang lugas dan jelas namun terlihat jelas seni komunikasinya yang tinggi. Tak mengherankan jika beliau berhasil memimpin sebuah masjid di tempat yang mungkin dahulu tidak pernah terbayangkan dapat dibangun di bekas reruntuhan gedung yang menjadi simbol kedigdayaan Amerika itu.
Poin nasihat yang saya garis bawahi dari tausiyah beliau adalah tentang pentingnya akhlak dalam dakwah. Keberhasilan dakwah itu disamping muatannya yang benar, akhlak dalam menyampaikan dakwah menjadi salah satu kuncinya. Salah satu akhlak yang penting dibangun adalah sikap terhadap orang lain dan seni berkomunikasi yang baik. Seringkali Islam dicap buruk oleh orang lain yang belum mengenal Islam karena adanya oknum umat Islam sendiri yang tidak bisa menjaga keindahan akhlaknya. Lebih lanjut silahkan download saja ceramahnya di sini. Saya rekam dengan lengkap kok.
Malam ini kami tidur dengan nyaman sekali. Nyaman karena merasakan aura keteduhan di kawasan pesantren. Nyaman dengan siraman nasihat Imam Shamsi Ali. Nyaman dengan kamar yang bersih dan representatif. Harganya bahkan masih lebih murah dibandingkan dengan asrama kampusku yang disewakan.
bersambung ….





