Sahabat Baru

Hari ini adalah hari yang kami sepakati untuk melakukan perjalanan bersama. Perjalanan untuk belajar di kota lain. Menggali inspirasi dari para pemuda yang telah berhasil membuktikan dirinya sebagai pribadi-pribadi unggul. Yang sukses dalam menguasai dirinya dan melejitkan potensi mereka.

Aku mengajak salah satu adikku yang eksentrik. Pertama untuk mengajaknya berhibur dalam rangka mendinginkan kepala setelah banyak polemik yang berkembang di kampus. Aku saja yang jadi penonton merasa bosan, apalagi dia yang menjadi bagian dari bulan-bulanan ini. Sudahlah, kuajak pergi saja, siapa tahu mendingan dan menjadi lebih baik.

Sedangkan di sana, rekanku di dunia online, adik tingkat yang pernah berada dalam satu ma’had pun mengajak seseorang yang ternyata sangat oke. Sosok pemuda yang tegas dan brilian. Kritis namun juga open mind. Mantan ketua organisasi eksternal kampus di kawasan Tembalang itu diperkenalkan padaku sore ini. Jadilah kami empat sekawan yang akan melanglangbuana ke kota kembang, Paris Van Java yang baru saja kukunjungi akhir bulan lalu. Sepertinya aku akan sering jalan-jalan di masa ini.

Mumpung masih muda, aku masih haus inspirasi dari para guru kehidupan untuk membuat diriku selalu damai dalam perspektif positif seberapa pun kuatnya tekanan yang kuhadapi di kehidupan nanti. Sebulan lalu, ketika ada tawaran Bandung Bootcamp ini, akhirnya aku pun menyetujui untuk datang meskipun sebenarnya aku juga harus mempersiapkan uang saku yang cukup untuk perjalananku ke negeri Jiran pekan depan yang telah lebih dulu kubeli tiketnya. Bismillah, jika memang diniati untuk belajar insya Allah akan dia beri kemudahan.

Bus Bandung Express pun pelan-pelan datang dan berhenti di depan ruang tunggu terminal Tirtonadi yang baru selesai dibangun. Laksana ruang tunggu Airport yang biasa kulihat di perjalanan-perjalanan sebelumnya, kini sebuah bus dengan layanan yang cukup bagus akan mengantarkan kami menuju ke kota yang berhawa sejuk nan indah. Apalagi, kawan baruku yang memang paling senior di antara kami itu telah mengatakan bahwa kami akan bermalam di penginapan yang sangat dekat dengan Daarut Tauhid. Wah kebetulan sekali, kami pun bisa berharap bertemu dengan salah satu tokoh usahawan muslim yang luar biasa, KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym. Perjalanan pun dimulai.

bersambung ….

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.