Setelah hibernasi panjang kemarin akibat perjalanan melelahkan dari Berlin, hari ini saatnya kuliah lagi. Jadwalnya pagi ini adalah eksperimen tentang simulai Fotosintesi dan Respirasi dengan menggunakan sebuah larutan unik yang dinamai dengan Photo Blue Bottle (PBB) bersama Prof. Tausch, sang profesor kami yang keren. Agar tidak salting ketika membaca, karena saya yakin tidak semua pembaca tulisan ini anak IPA, maka sebaiknya silahkan perdalam di sini saja. Pilih modul kuliah yang dalam bahasa Inggris tentang hal yang berkaitan dengan judul di atas. Jadi di sini aku cerita singkat saja tentang fenomenanya.

Intinya adalah sebagai berikut. Ketika larutan PBB tadi ditaruh dalam tabung reaksi dengan volume setengahnya kemudian disumbat rapat dan disinari sinar polikromatik dengan intensitas tinggi maka larutan yang awalnya berwarna kuning tiba-tiba menjadi biru pekat. Ketika dikocok-kocok lagi, maka dalam waktu singkat larutan kembali berwarna kuning. Dengan cara yang sama, ketika PBB di taruh di tabung reaksi secara penuh dan ditutup tanpa memberi ruang udara sedikitpun, ketika sudah menjadi biru ternyata tidak bisa berubah menjadi kuning. (Karena tidak bisa dikocok). Satu fenomena tertangkap oleh akal kami.

Kemudian ketika cahaya polikromatiknya di filter, misal hanya diambil sinar birunya atau merahnya saja ternyata kecepatan berubahnya PBB menjadi biru berbeda. Sinar biru mengakibatkan perubahan warna dengan cepat, sedangkan sinar merah paling lambat. Satu lagi fenomena tertangkap oleh pemahaman kami.

Selanjutnya adalah membuat percobaan dengan dua tabung reaksi berisi PBB yang saling dihubungkan dengan tisue. Salah satu tabung dimasukkan dalam kitak agar tidak terkena sinar (daerah gelap) yang satunya dibiarkan tersinari cahaya. Kedua larutan diberi elektroda yang dihubungkan pada voltmeter. Ketika sinaran diberikan, maka terjadilah beda potensial pada kedua elektroda itu, artinya ada arus listrik yang mengalir di sepanjang kabel yang terhubung. Ini fenomena ketiga yang tertangkap oleh mata kami.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Silahkan membaca modulnya saja. Di sini aku hanya akan berkata, bahwa mengalami dan merasakan pengalaman secara langsung itu jauh lebih penting dari pada banyak berteori saja. Dan hari ini kami mengerti hal mendasar mengapa fotosintesis dan respirasi itu dapat terjadi, mengapa harus ada matahari, mengapa harus ada klorofil, mengapa harus ada oksigen. Rasanya hari ini pertanyaan itu terjawab sudah dengan sangat sederhana. Yah, praktikumnya sangat sederhana namun alat-alatnya tidak ada yang sederhana.

Terima kasih Prof. Tausch

2 Comments

  1. Nurwinda Citra

    ……”silahkan perdalam disini saja”, sepertinya solusi yang belum solutif. berbahasa jerman begitu -_- sampai kuliah sebesar ini praktikum fotosintesis hanya melihat gelembung udara dari hydrilla….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.