Hari ini ada dua perkuliahan yang akan kami ikuti, pertama adalah Didaktik und Detodik I dengan Dr. Claudia, kemudian eksperimen membuat intellegence foil bersama Sbastian. Untuk kuliah pertama lagi-lagi roaming karena tema pagi ini lebih banyak disampaikan dalam bahasa Jerman, jadi kami cuma  melongo (tetapi latihan keras) untuk tidak pura-pura ngerti. Karena orang Indonesia kebiasaannya basa-basi, nggak tahu pura-pura tahu. Di sini jangan dibiasakan begitu, kalo ga mau diri sendiri rugi atau malah diketawakan mahasiswa Jerman yang lain. Ha ha.

Sampailah pada momentum yang asyik, yaitu eksperimen. Yah, agenda shortcourse di sini yang paling keren adalah praktikum-praktikumnya. Di samping alat-alat laboratoriumnya sangat lengkap, bahan-bahan kimianya tersedia berlimpah (secara di sekitar kota Wuppertal saja, industri kimianya banyak sekali). Eksperimen kali ini adalah membuat intellegence foil bersama Sbastian, salah satu mahasiswa spesial prof. Tausch yang lulusnya juga molor kayak aku (lebih lama bahkan) tetapi memang karena banyak berkontribusi untuk kampus dalam riset-riset dibawah naungan beliau. Seperti halnya aku, beliau sering ditanya ibunya, “nak kapan kuliahmu selesai?”, jawabnya, “setelah ujian akhir mama”. Ha ha, jawaban cerdas.

Langsung ke persoalan, intinya intellegence foil yang kami buat ini adalah sebuah lapisan tipis yang dapat berubah warna menjadi ketika mendapat sinaran cahaya biru dan UV kemudian dapat berubah seperti semula ketika energi yang diradiasikan telah ditransformasikan. Yah, sebuah lapisan yang sangat cerdas karena mampu merespon cahaya dengan baik.

Proses pembuatannya adalah sebagai berikut. Pertama, adalah mencampur  15 mg spiropyrane dan 50 mL toluene. Kemudian stirofoam (gabus putih yang lazim kita ketahui) dilarutkan sedikit demi sedikit dan terus menerus hingga cairan mengental seperti lem. Setelah itu cairan itu dilapiskan pada sebuah plastik (seperti plastik sampul di fotokopian kita). Kemudian dibiarkan beberapa waktu agar kering. Setelah itu, dilaminating seperti halnya kita melaminating KTP atau surat-surat berharga.

Aku takjub ketika mengetesnya dengan UV berenergi rendah. Benar juga, lapisan cerdas ini segear berubah ke warna biru. Kami bisa menggambar dan membuat pola-pola untuk di sini. Terlebih Sbastian sangat hangat dalam mengasisteni kami dan bisa diajak diskusi sampai kocak. Ini seperti kuliah yang kuikuti dengan Dr. Amithab beberapa hari lalu. Bedanya, hari itu kami cuma observasi, sedangkan hari ini kami jadi pelakunya. Dan karya pun selesai, karena sejak awal sbastian bilang bahwa itu untuk kami bawa pulang, maka karya itu segera kami masukkan di tas masing-masing. Wow, kapan lagi bisa praktek seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.