Nah ini refleksinya lebih nendang. Mengapa? Saat aku melihat perilaku masyarakat dalam anime ini aku seperti tidak melihat hal yang lain. Itulah potret negeriku saat ini. Potret masyarakat yang memiliki daerah luas tetapi pola pikirnya sangat sempit. Terbatasi oleh dinding yang kokoh sehingga begitu konservatif. Celakanya, sebagiannya adalah konservatif dalam kerakusan mereka. Takut kekayaan mereka dirampas dan takut kenyamanan hidup mereka terusik.

Berbeda sekali dengan tiga pemuda yang kusebutkan tadi, Mikasa-Eren-Armin. Armin yang sejak kecil suka belajar bahkan berani membuka buku-buku terlarang yang berkisah tenang dunia di luar dinding. Di dalam dinding mereka hanya melihat sungai yang sudah tidak alami dan tatanan rumah monoton. Tapi dari buku terlarang itu mereka penasaran ingin melihat lautan, gunung, hutang belantara dan segala keragaman hayati yang ada di luar sana. Tak heran jika mereka punya alasan konyol untuk menjadi bagian dari Recons Corp. Selain ingin membalas dendam kepada para Titans, sejatinya mereka ingin melihat kebebasan itu, ingin melihat dunia luar seperti yang mereka impikan itu.

Kebebasan berpikir adalah bagian dari kemerdekaan hidup. Alangkah menyedihkannya ketika melihat orang-orang yang begitu kolot dalam berpikir dan cenderung menjadi egois. Hal itu diperparah oleh dogma yang dihembuskan oleh sekte pemuja dinding. Mereka membuat rakyat semakin bodoh dan bergantung pada dinding sebagai penjamin rasa aman bagi mereka. Dalam konteks keagamaan kita hal itu tidak jauh berbeda dengan perilaku masyarakat yang masih suka dengan takhayul dan berbagai klenik. Rakyat dihantui dengan berbagai mitos dan ketakutan akan datangnya serangan Titans sehingga mereka memilih untuk tetap berada di zona aman mereka tanpa mau peduli dan mengerti bahwa di luar dinding ada dunia yang lebih luas terhampar, lebih indah memesona.

Kemerdekaan berpikir, sejatinya adalah sebuah perilaku manusiawi yang selalu menuntut adanya pembebasan dari masa ke masa. Mengapa kita dulu berperang untuk merdeka. Apa yang sejatinya ingin kita merdekakan? Hanya cukup kehidupan dan tanah? Tentu tidak. Para pejuang sejati adalah mereka yang tidak memberikan ruang sedikit pun dalam pikirannya untuk diintervensi oleh orang lain. Mereka adalah orang-orang yang terbuka untuk menerima banyak hal lalu memutuskan secara bertanggung jawab pilihan hidup mereka lalu berjuang dengan sepenuh hati atas pilihannya itu.

Itulah yang dipesankan anime ini. Ketika pikiran orang-orang terkekang maka yang ada adalah stagnasi kehidupan yang dengan mudah akan diacak-acak oleh musuh lewat serangkaian terror dan konspirasi yang mengerikan. Di sini pula, terlahir sekelompok orang yang bosan dengan kemonotonan hidup itu untuk keluar dari zona yang mengekang itu dan mempertaruhkan hidup mereka untuk mendapatkan kebabasannya kembali. Keluar dinding, dan menembus dunia luar yang penuh teka-teki itu.

Di kehidupanku sekarang, aku melihat kenyataan  itu hadir di depan mata. Tentang kehidupan orang-orang yang ketakutan dalam mimpi dan tekanan sosialnya. Tentang kehidupan orang-orang yang merasa paling benar dalam sudut pandangnya sehingga dia selalu menganulir hal-hal berbeda yang datang padanya, bahkan tak jarang menyumpah serapahi orang-orang yang berbeda sudut pandang darinya lalu menyematkan gelar-gelar buruk. Tentang kehidupan orang-orang egois yang hanya sibuk dalam dunia sempit mereka tanpa peduli lagi tentang nasib masyarakatnya yang lebih besar sedangkan ia memiliki segala peluang untuk menyelesaikannya.

Kebebasan berpikir, itu tentang langkah nyata yang mensyaratkan keberanian bagi penyandangnya. Yang takut dan ragu-ragu maka selamanya ia tetap berada di dalam dinding, mengintip lalu berbalik lagi karena dihantui ketakutan yang sejatinya adalah buah dari permainan perasaan egoisnya.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.