Ceritanya aku memiliki sebuah kebiasaan buruk yang sudah terjadi sejak SMP. Aku selalu berjuang keras untuk menghapus kebiasaan buruk ini. Terkadang merasa putus asa karena hingga hari ini kebiasaan itu tak kunjung hilang. Setiap terulang yang ada hanyalah rasa penyesalan yang berkepanjangan dan bangkit lagi. Oh ini sebuah kesalahan di awal yang harus kuhadapi sendiri. Persis seperti merakit senjata dan ternyata hari ini senjata itu harus kutaklukkan sendiri karena membahayakan pembuatnya.

Tentang kebiasaan itu aku tidak ingin bercerita, hanya saja semoga share ini bermanfaat agar kita tidak mengesampingkan sisi-sisi pribadi kita. Karena boleh jadi setiap kita memiliki potensi kebiasaan buruk yang selalu bisa muncul sewaktu-waktu tanpa diduga. Dan kebiasaan-kebiasaan buruk itu tentu akan membuat waktu kita terbuang sia-sia karena harus melakukan hal-hal kekanak-kanakan yang tidak lagi masanya.

Dan hari ini mungkin kebiasaan itu terulang lagi hingga aku harus menyesal karena melakukan serangkaian aktivitas tidak penting. Oh, rupanya aku terkadang menyerah dengan diriku sendiri. Bagaimana bisa aku lemah seperti ini di waktu-waktu yang seharusnya aku terus stabil seperti biasanya. Waktuku hari ini tersita untuk melakukan kegiatan yang tidak jelas bin tidak penting seperti ini. Untunglah akal sehat dan akal dewasaku segera menjadi penghenti kegiatan tidak bermanfaatku ini. Aku segera bangkit dan beralih ke aktivitas yang lain.

Rasa sesal itu selalu berulang, tapi apa daya, mungkin kebiasaan itu muncul lagi ketika diri kurang ibadah dan diri tak siap dengan banyaknya tekanan. Sehingga mencari hiburan-hiburan masa kanak-kanak menjadi pelarian yang aman. Tapi jika itu sampai membuat ketagihan, akan sangat mengerikan dan tentu akan membuat waktu ku terbuang sia-sia.

Ya Rabb kami, kami telah menzalimi diri sendiri, dan jika Engkau tak ampuni kami, dan merahmati kami, niscaya kami akan termasuk dalam golongan orang-orang yang rugi.

Semoga rasa sesal ini akan terus diingat sehingga semakin dewasa kebiasaan buruk itu terus berkurang dan menghilang tergantikan oleh aktivitas-aktivitas yang lebih mulia dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.