Mungkin ini adalah masa-masa yang bermanfaat tatkala menghabiskan waktu di Ibukota selagi habis dari petualangan panjang di Kalimantan. Sebelum meninggalkan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa di Parung, kebetulan Bu Sri Nurhidayah berkunjung ke sana dan berpesan kepadaku untuk datang di Simposium Pendidikan yang diselenggarakan DD di UI.

Hari ini aku pun telah bersiap di atas auditorium perpustakaan UI yang mengapung di atas danau di depan Balairung UI. Simposium yang menghadirkan tiga tokoh pendidikan, Agung Pardini dari Makmal Pendidikan DD, Anies Rasyid Baswedan dari Indonesia Mengajar, dan Itje Chodijah, pemerhati pendidikan dan konsultan utama English Language Teaching. Tentu saja ini kesempatan emas yang jarang kudapatkan ketika di kampus sendiri. Maklum, disamping jauh dari ibukota sehingga menghadirkan tokoh-tokoh keren agak sulit, juga konsep acaranya cenderung monoton dengan model seminar yang pesertanya datang, duduk dan diam mendengarkan hingga tertidur.

Acara lagi-lagi dibuka dengan pentas tim Trashic Smart Ekselensia Indonesia. Itu bukan kontes alat musik biasa, semua alatnya menggunakan bahan-bahan dari panci penyok dan dirigen bekas. Untuk melodinya semua pakai botol-botol kaca yang diisi dengan air dengan volume tertentu sehingga menjadi rangkaian nada yang tak kalah dari kolintang pada drumband. Karena ini baru pertama kali kulihat, tentu saja aku kagum. Dua jempol untuk adik-adik SMP-SMA Smart Ekselensia Indonesia. Aku sangat menikmati pertunjukan yang spesial ini.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.