Mengapa kita jadi sangat tergantung, pusing serta panik dengan naiknya harga elpiji, naiknya harga listrik, naiknya harga bbm, naiknya harga obat, naiknya harga cabai, naiknya harga sembako dstnya?? Apakah karena kita tidak beriman dan tidak bersyukur sehingga menjadi tergantung, pusing dan panik?

Mengapa kita secara berjama’ah/berkomunitas tidak bisa/tidak mampu/tidak mau menghasilkan listrik sendiri dengan PLT Mikro Hydro, Panel Surya dll? Mengapa kita secara berjama’ah tidak bisa membuat biogas sendiri dari tahi sapi, dari alang2, dari ganggang dll? Mengapa kita secara berjama’ah tidak bisa menanam tanaman obat dan cabai dkk sendiri? Mengapa kita secara berjama’ah tidak bisa menanam pangan sendiri? Mengapa kita secara berjama’ah tidak bisa membuat pendidikan yang mampu memandirikan anak2 kita dan desa2 kita? Apakah alQur’an dan alHadits yg kita baca dan hafalkan tidak mengajarkan utk mandiri dan bermanfaat? Apakah tdk diharamkan bergantung kepada kapitalis?

Itu karena kita memberhalakan sistem persekolahan yang memandulkan kemandirian kita, memandulkan kemandirian desa2 kita, memandulkan lahan dan alam kita. Kita telah mengimani sistem persekolahan yang membuat kita menjadi hamba kapitalis dengan menghebatkan ketergantungan kita pada “pemain modal” yang bersembunyi di balik ketiak para birokrat sambil memegang ubun2 para penguasa itu.

Semakin lama wajib belajar ditingkatkan, semakin tinggi orang bersekolah, maka antrian pengangguran semakin panjang, tenaga kerja semakin murah, waktu kerja semakin panjang, kemampuan dan waktu bersama keluarga dan mendidik anak semakin sedikit, serta kepemilikan lahan semakin sempit. Yang jelas ketergantungan kita semakin besar pada industrialis kapitalis.

Bukan salah sekolahnya atau orang tidak boleh bersekolah, tetapi sistem persekolahanlah yang bertanggungjawab atas semua ketidakmandirian dan ketidakbecusan serta keterjajahan bangsa ini! Renungkanlah, bukankah inti beragama dan tauhid adalah kebebasan bukan ketergantungan, kecuali hanya kepada Allah semata?

Ayo mandirikan komunitasmu/desamu/kampungmu!!

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.