Sahabat, kita punya pilihan banyak tentang hidup ini. Sebagaimana Allah ilhamkan pada jiwa-jiwa manusia jalan fujur dan takwa. Keduanya adalah hal yang akan dipilih manusia, dan kelak dipertanggungjawabkan di akhirat. Jika yang dipilih jalan fujur, maka kelak labuhannya neraka. Jika yang dipilih jalan takwa, maka kelak labuhannya syurga. Meskipun demikian Allah telah memberikan petunjuk kepada manusia untuk bisa memilih syurga sebagai labuhannya. Bukankah ini bukti betapa Ia sangat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Sahabat, kita hari ini bisa mengumpat saat melihat banyak tuduhan dan fitnah menerpa kita atau apa pun yang kita bela. Tapi kita juga bisa tetap tenang, diam, dan terus bekerja tanpa harus sibuk meladeni ocehan-ocehan tak berguna itu. Kita hari ini bisa saja melakukan banyak tindakan pembelaan yang benar lagi dibenarkan mengingat begitu banyaknya tekanan tak beralasan kepada kita. Tapi kita bisa memilih untuk mendiamkan dan terus menunjukkan sikap elegan dalam bekerja dan memberikan pengabdian tanpa harus sibuk dan ribut pada masalah-masalah yang seperti itu.

Sahabat, hari ini kita bisa mencaci berbagai berita miring, menunjukkan amarah di media sosial, SMS atau tempat-tempat publik sebagai bukti pembelaan dan ekspresi rasa cinta kita. Tapi kita juga bisa memilih untuk tidak tertarik pada hal-hal seperti itu, dan sibuk autis dalam dunia kita atau komunitas kita sendiri. Kita bisa tetap menikmati damainya hidup di tengah panasnya suasana dan hiruk pikuknya manusia yang sedang stress dengan berbagai kepentingannya.

Sahabat, semua itu adalah pilihan. Tapi jika aku boleh berbagai, mari kita pilih segala hal yang membuat diri kita selalu berpikir dan bertindak positif. Jika kita bisa diam dan berakibat terbukanya pikiran untuk berinovasi, mengapa tidak kita pilih saja ketimbang kita melakukan serangkaian pembelaan yang membabi buta dan juntrungannya hanya debat panjang tak berkesudahan. Jika kita bisa tenang tanpa harus beretorika bisa membuat banyak orang terselesaikan masalahnya, mengapa kita harus sibuk dengan segala label pencitraan yang kita ada-adakan dengan tujuan mendapatkan pujian orang.

Mari kita berbuat sesuatu yang apa adanya itu dengan cara yang tidak apa adanya. Jadi bukan mengada-adakan sesuatu, tetapi memang ada dan menjadi kenyataan. Mari hidup sebagai manusia yang wara’ dan zuhud, yang tidak berlebihan dalam berbagai hal. Menjadi orang biasa itu lebih menenteramkan ketimbang melebih-lebihkan diri karena gengsi dan segala hal yang berbau duniawi semata. SAY WHAT YOU DID, DO WHAT YOU SAID.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.