Pergerakan itu menuntut kesiapan SDM-nya untuk selalu bergerak (jelas, namanya juga pergerakan). Maka charge motivasi dan inspirasi harus selalu hadir setiap saat. Mengapa? Karena orang-orang yang dimobilisasi untuk sebuah tujuan itu harus selalu dijaga agar menghadap di satu visi yang sama. Selagi masih ga karuan hadapannya pasti pergerakan itu akan kacau balau dan suatu saat mudah dihempaskan oleh prahara.

Namun, tak mudah membuat orang-orang itu bisa mengerti sebuah visi besar dan menjalaninya dalam kebersamaan. Setidaknya dapat diumpamakan dalam sebuah jalan panjang ini setiap orang yang melewatinya memiliki cara masing-masing. Ada yang punya mobil sehingga dia melaju dengan kencang tetapi juga kadang malah tak berhenti mengajak mereka yang jalan kaki. Ada juga yang jalan kaki sambil gentian menggendong ketika yang satu kecapekan. Ada yang menggunakan becak, sepeda motor dan sebagainya.

Namun demikian, bukanlah menjadi suatu masalah jika destinasi dari semua yang berada di atas jalan itu sama selama di tengah jalan tadi tidak terjadi kecurangan dan berbagai intrik individual. Jadi di sini sikap saling percaya penting untuk dipupuk. Dan saling mengerti dengan keadaan yang sebenar-benarnya penting untuk diupayakan. Karena tanpa akses informasi yang sangat jelas dan gambling itu bisa jadi segala aturan mengenai perjalanan itu akan bias ketika diaplikasikan.

Perjalanan ini masih panjang, tak semua orang mengerti dan sepaham. Tetapi ada sebuah destinasi yang setiap orang pasti tahu dan mengerti dengan jelas selama kedua mata hatinya tidak mengalami gangguan. Dan di jalan yang panjang ini, terkadang ia mengular terjal. Terkadang ia berkabut diselumuti gelapnya belantara sekitar. Terkadang ia dipenuhi perampok bahkan para pembunuh. Namun semua itu tidak akan pernah menyurutkan langkah orang-orang yang telah memiliki obsesi besar untuk destinasi terakhirnya. Karena mereka yang mati akan terbang lebih cepat ke tempat tujuan.

Sayangnya, tidak semuanya menakutkan. Terkadang juga di tepi jalan ini terdapat berbagai kemewahan kota yang menawarkan berbagai fasilitas. Di tengah perjalanan itu kita tertegun, memandangi, lantas tak jarang menghampiri. Mulanya menyicipi saja, akhirnya merasakan semuanya. Dan akhirnya mereka lupa pada destinasi akhirnya. Menetap di sana, sampai waktu itu tiba. Dan mereka baru sadar telah terlalu lama bermain.

Tak setiap orang mengerti akan perjalanan ini. Yang pasti kita hanya diikat oleh sebuah visi dan destinasi yang jelas. Terkadang kita bosan dengan mobil lalu memilih berjalan kaki. Terkadang kita mengeluh karena merasa kaki sudah lecet sehingga berharap ada tumpangan yang lewat. Memanglah fitrah kita demikian. Tak masalah, yang penting kita selalu menghadap ke arah tujuan. Tujuan yang sebenarnya.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.