“Sebuah bukti kesetiaan itu lebih indah dari pada ribuan janji yang terucap”

Itulah kalimat yang pantas untuk mengawali tulisan hari ini. Aku sebenarnya lagi mengalami kegalauan sejak kepulangan dari Jerman hampir satu setengah bulan yang lalu. Tak selamanya indah perjalanan ke sana, karena banyak ujian yang tersisa hingga hari ini. Di sana ada benih komitmen baru yang tumbuh, tapi ada juga pohon komitmen lain yang diserang badai. Begitulah hidup, Allah terus menguji hati kita, dibolak-balikannya ia agar kita selalu berusaha meminta kepada-Nya dikembalikan seperti semua.

Alhamdulillah, beberapa pohon komitmen yang diuji dan ada yang hampir tumbang perlahan-lahan berhasil ditegakkan kembali. Yang telah tumbang berhasil disemai kembali. Yang pasti ada tangis kebahagiaan sekaligus kesedihan dalam perjalanan panjang kemarin. Semakin mengajarkan arti hidup bahwa aku harus menambah petualangan lagi agar semakin sadar bahwa Allah adalah satu-satunya yang terbaik untukku. Tidak ada yang lebih baik untuk setiap peristiwa hidup ini kecuali usaha keras diiringi kepasrahan hasil sepenuhnya sebagai wewenang-Nya.

Aku pun belajar dari cara komitmen orang lain, ada yang berbolak-balik, terus membaik sejak ia menyemai, dan itu semua menjadi cermin agar aku terus mengukur pertumbuhan dan kesehatan pohon komitmenku. Komitmen itu kata-kata yang mudah diucapkan, dituliskan, apalagi untuk cari uang (misal jadi motivator), tapi siapa yang bisa mengetahui sejatinya komitmen seseorang kalau bukan dirinya sendiri. Kita boleh si A komitmen, si B tidak komitmen, tapi itu tidak akan berguna sama sekali, karena si A dan si B lah yang mengetahui apakah dia sendiri komitmen atau tidak.

Sahabat, mari belajar berkomitmen pada hal-hal yang penting untuk hidup ini. Bukan lagi yang penting hidup. Karena syurga hanya merindukan orang-orang yang menjadikan hidup ini penting, bukan yang penting hidup. Seberapa pentingkah hidup ini untuk kita, semua akan terjawab pada komitmen yang dilanjutkan dengan tindakan nyata kita yang konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.