Sebagai penyuka diskusi soal Freemasonry dan turunannya, serta penyuka Sejarah Kejayaan Islam, melihat fenomena politik di negeri ini apalagi berita-berita media saat ini yang begitu asyik bertaruh atas kebodohan cara belajar masyarakat Indonesia menjadi sangat memuakkan. Bagi yang tertarik untuk mengenal sejarah uang kertas dan dampak panjangnya hingga timbul berbagai perang dunia bisa menghubungi saya.

Penulis2 ini adalah orang-orang Barat yang masih jujur dan berani, analis yang cerdas, yang kemudian dikompilasi dalam bentuk catatan waktu. Dari sini setidaknya saya tahu bagaimana berdarah2nya beberapa Presiden Amerika (yang baik) melawan para bankir internasional hingga mereka berakhir tragis (sebelum Kennedy, telah ada banyak presiden yang tegas dan berakhir dengan mengenaskan). Bagaimana Rusia di masa Tsar Nicolas Rusia yang awalnya mendukung Amerika dalam memerangi bankir Amerika hingga akhirnya mereka digulingkan oleh kekuatan Sosialisme.

Hanya ada satu sistem ekonomi di dunia ini yang sulit dikendalikan dengan kekuatan bankir, sistem ekonomi Islam. Sayangnya masyarakat saat ini terlalu bodoh untuk mengerti logika-logika yang sangat rumit ini. Boro-boro mempelajari logika yang sangat rumit ini, wong meyakini bahwa sistem ekonomi syariah ini benar saja susah, apalagi memplejari lebih detil dan mendalam dan mengamalkan pelan2 dalam jangkauan yang mampu dilakukan. Kapitalisme dan Sosialisme adalah dua hal yang sejatinya sama saja. Keduanya adalah media untuk menghandam dunia Islam. Keduanya adalah alat yang dapat dijadikan instrumen perang bagi negara-negara penganutnya, karena peranglah generator uang tercepat untuk menumpuk kekayaan para bankir dunia yang sejatinya selalu aman terlindungi dibalik pemerintahan yang memuja kapitalisme dan sosialisme itu.

Saya sangat sadar, menjadi presiden Indonesia atau negara dunia manapun saat ini bisa jadi akan berakhir “mengenaskan” seperti Presiden John F. Kennedy atau yang sebelumnya yang berani menentang sistem mengerikan ini. Umat membutuhkan kemandirian ekonomi, jikalau kita belum berhasil mendapatkan pemimpin segagah Umar bin Khattab, sehebat Umar bin Abdul Aziz, secerdas Harun al-Rasyid, sekuat Shalahuddin al-Ayyubi, sebrilian Muhammad al-Fatih atau semegah Sulayman al-Qanuni setidaknya di masa belajar ini kita tidak mempecundangi diri dan pola pikir dengan berbagai ketakutan yang tidak berdasar saat ini. Hanya Allah tempat bertawakal kita, kita serahkan segala urusan kepada-Nya karena Dialah yang maha Kuasa dan maha besar untuk mengalahkan para penganut ajaran LUCIFER itu.

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.