Saya ambil contoh ya. Misal dalam kasus Malaysia Airlines Penerbangan MH370 yang sudah membuat dinding facebook kita ramai dan para penyedia informasi ini mereguk untung gedhe (lihat di webnya kalo ada slot iklan Google Adsense).

Jika kita menggunakan cara pandang Incumbent Malaysia : itu pembajakan oleh loyalisnya Datuk Anwar Ibrahim, katanya begitu

Jika kita menggunakan cara pandang Oposisi Pakatan Rakyat Malaysia : itu pemerintah Malaysia cari-cari kambing hitam untuk kecelakaan yang belum ketemu lokasinya

Jika menggunakan sudut pandang konspiratif : Indonesia sedang mau pemilu 2014, butuh kasus yang untuk diangkat agar masyarakat Indonesia tidak fokus untuk mempelajari partai2 yang baik, karena kalo partai2 yang mendingan (minimal ga korup2 amat) bisa jadi penguasa nanti Asia Tenggara akan kuat dan kapitalisme bisa runtuh, termasuk Singapura akan berada dalam bahaya, selain itu dengan adanya kasus yang mungkin direkayasa ini kapal dan pesawat Amerika dan Australia bisa berkeliaran bebas untuk memantau Indonesia

Jika menggunakan sudut pandang apatis : kayak gitu kok jadi berita

Jika menggunakan sudut pandang Iptek : pesawat itu mengalami kerusakan fatal dan belum sempat membuat penyelamatan sehingga hancur berkeping-keping (kata Prof. B. J. Habibie)

Jika menggunakan sudut pandang orang yang lagi Illfeel sama Malaysia : sukurin lo Malaysia, kena masalah lho dengan China

Bahkan ada yang juga berpendapat, semua sudah menjadi suratan takdir, diterima saja dengan ikhlas.

Kawan itu hanya untuk satu berita saja, masih belum puas dengan berita2 lucu hari ini, baru-baru ini ISTRI FATHANAH SUDAH LEPAS JILBAB, dan masih banyak berita2 hot lainnya yang ga kalah bikin perut mulas.

Sudahlah, kalaupun kita cerdas karena sudah sekolah atau lulus Cumlaude, masak yo masih terpengaruh hal2 murahan gini. Masih gampang tersulut emosi gitu. Woles wae, nek ra kuat ndang turu atau kerja aja, banyak sedekah, tolong yang membutuhkan, bantu yang butuh bantuan, yen kuat nyapres ndang nyapres kana, yen kuat nyaleg ndang nyaleg, yen lagi isa milih yo ndang milih, yen isa ngajak wong milih ndang diajaki milih, atau pilih hal2 lain yang bisa menjadi solusi ketimbang bikin lapak perdebatan umum yang kira2 ujungnya tidak membawa maslahat.

Toh menasihati orang itu bukan bermakna memaksa orang untuk menerima nasihat kita. Tetapi mengusahakan transfer informasi, pengertian dan nilai dengan cara terbaik ke orang lain dengan harapan mereka mengikuti nasihat itu (bukan mengikuti kita). Kok do emosional wae. Kalem-kalem-kalem. Tentrem cah. Mari bekerja dan beramal dengan ikhlas.

Jumat, hari yang indah untuk beramal dan bersedekah.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.