Sudah hampir setengah tahun aku tidak lagi menggunakan kereta api kelas bisnis sejak kereta ekonomi menggunakan sistem pembatasan tiket yang memungkinkan penumpangnya duduk. Alasannya sederhana, kereta ekonomi jauh lebih murah tarifnya. Selain itu, layanan di kelas bisnis tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan kelas ekonomi selain masalah kedatangan di stasiun tujuan, tempat duduk, dan terbatasnya pedagang asongan yang masuk waktu itu. Gerbong yang mirip, toilet yang memang seperti itu, dan kipas angina sebagai pendingin ruangan adalah pemandangan yang sama baik dalam kereta bisnis dan ekonomi.

Aku termasuk pengguna kereta Senja Utama Solo jika bepergian ke Jakarta dari kotaku sekarang, Surakarta. Sekali-kalinya aku naik Fajar Utama Jogja waktu pulang dari Jakarta ke Yogyakarta. Setelah itu aku memilih kereta ekonomi karena tarifnya hanya sepertiganya. Ukuran para pembolang kelas rendahan macam saya jelas itu sebuah pilihan yang tidak perlu dipikir panjang setelah PT KAI memberikan jaminan tempat duduk untuk tiap penumpang. Untuk soal keamanan, kita tinggal bawa rantai atau gembok untuk mengikatnya di atas tempat bagasi.

Sore tadi, mengawali perjalanan Marching for Boundary, sebuah program magang sosial dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa di sekolah-sekolah perbatasan dan pedalaman Indonesia membuatku memilih kereta bisnis lagi. Alasannya juga sederhana, karena kami dibayari. Mengapa tidak eksekutif? Karena yang mendanai kami adalah sebuah lembaga sosial. Maka tidak selayaknya kami mencari fasilitas yang lebih dari sekedar layak untuk kami.

Kami kembali memilih Senja Utama Solo untuk mengantar kami ke Lembaga Pengembangan Insani, tempat Sekolah Smart Ekselensia Indonesia berada. Sebuah zona baru untuk membuka paradigma masyarakat dengan nama Zona Medina, untuk menghadirkan harapan baru bagi bangsa bagaimana zakat, infaq, dan dana-dana sosial seperti CSR dapat menjadi pilar yang kokoh untuk membangun kesejahteraan dan memberdayakan jika dikelola dengan baik.

Hal yang mengejutkanku saat memasuki kereta Senja Utama Solo adalah adanya hal-hal baru yang tidak kutemui saat terakhir kali menaiki kereta ini setahun yang lalu. Saat ini ada stop kontak yang tersedia di tiap tempat duduk sebanyak penumpangnya. Kemudian pendingan gerbong tidak lagi menggunakan kipas angin, tetapi sudah menggunakan AC. Selain itu, kondisi gerbong jauh lebih bersih dengan para cleaning service yang selalu siap dengan peralatan mereka.

Yang tak kalah menarik adalah para pelayan makanan dan minuman serta fasilitas tidur seperti bantal dan selimut pun kini menggunakan seragam yang rapi bak sebuah layanan di pesawat, pesawat kelas ekonomi. Wajah pelayan bak pramugari cantik yang terus berkeliling menawarkan layanan makanan dan minuman yang kemudian diantarkan kepada setiap pemesannya. Benar-benar kejutan kereta kelas bisnis yang kuterima saat ini. Padahal tarif kereta kembali ke tarif semula setelah mengalami kenaikan beberapa waktu.

Perjalanan hari ini pun terasa berbeda. Suasana kereta yang nyaman karena kebersihannya terjaga. Kemudian dengan tidak berkeliarannya lagi pedagang asongan di sembarang stasiun kami bisa beristirahat dengan tenang tanpa diliputi kekhawatiran akan kehilangan barang. Dan kenyataan ini menyiratkan optimisme bahwa kita masih bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik. Jika layanan hari ini semakin baik, maka semoga yang dilayani pun semakin tahu diri dengan tidak membuat berbagai tindakan yang tanpa aturan.

Hidup PT Kereta Api Indonesia, semoga tetap menjadi BUMN yang memberikan keuntungan besar bagi bangsa ini dan tidak mengalami nasib yang sama seperti Indosat yang pernah dijual murah ke negara tetangga. Kami pun merebahkan diri pada kursi yang nyaman itu untuk menanti pagi di stasiun Jatinegara sebelum akhirnya melanjutkan ke tempat tujuan kami di Parung Bogor, Zona Madina Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa.

2 Comments

  1. adelira

    Posisi tempat duduknya berhadap2an seperti krlas ekonomi atau sudah 2 set saja mas?
    Saya jg mau coba naik kereta api ke yogya :)))
    Tp masih bingung, masih khawatir masalah keamanannya.
    Thx

    1. Yuli Ardika Prihatama

      Kalo yang senja Utama Solo sudah satu set, tidak berhadap-hadapan, ber AC dan ada colokan listriknya. jadi bisa sambil online sepanjang jalan kalo mau. Untuk keamanan sepertinya sekarang sudah cukup aman kok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.