Pernahkah Anda melihat serangga? Belalang, jangkrik, bahkan kecoa yang kerap berkunjung di kamar mandi kita kala kita lalai membersihkannya adalah contoh-contoh serangga. Hewan-hewan kecil itu ternyata menyimpan rahasia Allah yang luar biasa. Desain tubuhnya yang rumit seperti kumpulan kerangka super kecil membuatnya dapat bergerak dengan lincah saat berjalan dan terbang.

Itulah keajaiban desain serangga yang Allah titipkan pada serangga untuk dipelajari manusia. Apa saja yang telah berhasil manusia kuak dari serangga-serangga itu? Kita mulai dari capung. Capung atau yang dalam bahasa Jawa sering dikenal dengan “kinjeng” adalah salah satu serangga yang dapat terbang tinggi dan cepat. Di antara serangga lainnya, capung adalah salah satu serangga yang tidak dapat melipat sayapnya. Sehingga ketika berhenti, sayap hewan ini tetap melintang di samping tubuhnya. Nah, desain keren ini ternyata mengilhami manusia untuk membuat pesawat yang seperti desain tubuh capung.

Apa coba kira-kira pesawat yang meniru capung? Pesawat Capung? Mungkin iya. Tetapi yang lebih tepat jika dilihat dari aktivitasnya adalah helikopter. Coba perhatikan bagaimana pesawat yang memiliki baling-baling di atasnya itu dapat bergerak bebas mengitari suatu daerah dan bermanuver dengan cepat seperti capung saat terbang. Gerakan pesawat kecil itu gesit saat bergerak cepat dan tenang saat bergerak lambat. Berbeda dengan pesawat tempur yang memang gesit untuk manuver-manuver yang membutuhkan waktu singkat.

Lalu apa keistimewaan dari desain tubuh capung sehingga menginspirasi manusia untuk membuat helicopter? Tubuh capung menyerupai bentuk pilin yang terbungkus logam. Dua sayapnya saling silang pada badannya yang menampakkan bias warna dari biru muda hingga merah marun. Dengan konstruksi seperti ini capung mampu bermanuver luar biasa. Berapapun kecepatannya ia dapat berhenti mendadak atau berbalik arah tanpa mengalami keretakan dan kehancuran pada tubuhnya sendiri. Dengan demikian acara berburu mangsa pada capung tidak mengalami hambatan. Ia dapat mempercepat gerakannya hingga kecepatan yang sangat mengejutkan untuk seekor serangga: 25 mil per jam (40 kilometer/jam), yang dapat disejajarkan dengan seorang atlet lari 100 meter di Olimpiade dengan kecepatan 24,4 mil per jam (39 kilometer/jam).

Saat menangkap mangsanya, capung otomatis bertabrakan dengan mangsanya. Namun capung tetap tahan benturan. Tubuhnya yang kecil dan lentur itu dapat meredam guncangan dengan cepat. Bagaimana dengan mangsanya, rata-rata mereka langsung hilang kesadaran dan menjadi santapan lezat sang capung dengan gerakan cepat kakinya.

Terakhir, penglihatan capung adalah yang terbaik dari semua serangga. Sepasang matanya memiliki 30 ribu lensa berbeda dan nyaris bulat menutupi seluruh kepalanya. Persis seperti bagian depan helikopter kan. Inilah yang memungkinkan capung dapat melihat ke segala sisi. Maka biasanya untuk jelajah dan penangkapan buronan di hutan, helikopter adalah kendaraan yang paling dibutuhkan untuk mengawal dari atas udara karena memungkinkan para awaknya memantau keadaan dari berbagai sisi.

Demikian kisah tentang capung. Di kesempatan berikutnya kita akan belajar lagi aneka teknologi di alam lainnya yang Allah ciptakan sehingga menginspirasi kita.

Sumber : Keajaiban Desain di Alam (Harun Yahya)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.