Basa-Basi Demi Rumah Tumpangan
Tentu saja master San Chahua menghendaki kami tidur di tempat yang nyaman. Masalahnya belum tentu juga kami dibayari menginapnya. Kami ditanya apakah sudah booking hotel, kami jawab belum. Beliau mau mengantarkan kami hingga ke hotel yang mau kami tempati. Terpaksa kami berbohong akan menginap di hotel Furama, hotel mewah yang menjulang di dekat Surau Penjara Pudu dan Rumah Tumpangan yang kusebutkan tadi. Akhirnya beliau pun mengiyakan kami untuk turun di depan hotel Furama. Kami janjian untuk ketemu lagi besok sore untuk makan malam karena hari ini kami memilih menolak tawaran makan malam. Kata gurunda Indrawan Yepe, kita harus bisa membaca situasi dan tidak memanfaatkan kesempatan membabi buta. Harus di momentum yang tepat.
Tahukah kemana tujuan kami? Setelah memastikan bahwa master San Chahua tidak menyelinap memata-matai kami, kami langsung bergerak menuju Rumah Tumpangan. Kami booking kamar untuk satu malam. Alhamdulillah, ruangnnya cukup layak dan mungkin bisa dikatakan mewah untuk harga 50 MYR. Mahal atau murahkah? Sebenarnya masih mahal dibandingkan referensi hotel yang disarankan untuk para backpaker. Tapi di kawasan itu, harga 50 MYR adalah harga termurah yang berhasil kami dapati. Kami pun tidur dengan damai untuk menyambut hari kedua kami di Kuala Lumpur. Selamat malam.
bersambung ….





