Setelah pelantikan usai, tiba-tiba ada SMS masuk dan langsung menyapa nama depanku, “Yuli..“. Siapa ini, karena masih berbau Jerman dan tersangka modus, aku sempat mikir, panggilan seperti ini terakhir dilakukan oleh Reihan. What? Apakah dia ke Indonesia dan memakai kartu lokal? Gubrakk, ternyata setelah ku jawab ternyata bukan. Ha ha, efek modus yang dialamatkan padaku ternyata ga karuan seperti ini.
Singkat cerita, aku di SMS mbak Dinar (sempat mikir awalnya penyiar cowok) yang juga mengira aku cewek dan dipanggil neng melulu selama SMS. Dan aku harus bilang wow, karena sore ini aku diundang untuk jadi nara sumber Yang Muda yang Berprestasi di siaran Pro 2 FM Surakarta. Ini pertama kalinya aku diundang oleh radio, jadi aku yang merasa sesuatu banget, apalagi dalam rangka sebuah bincang santai.
Ketika sudah waktunya siaran, aku bertemu dengan mas Ridho, penyiar yang bertugas. Orangnya santai dan ramah. Dan acara bincang-bincang pun berlangsung kurang lebih 50 menit dari durasi 1 jam yang disediakan. Berbagai pertanyaan seputar CV yang kukumpulkan di korek oleh mas Ridho dan aku lega bisa berbagai banyak cerita kepada para pendengar. Mimpi apa ya tadi malam. Tiba-tiba saja begini. Memang Allah itu Maha Cerdas dalam menskenario hidup hamba-Nya.
Yang begitu terasa berkesan adalah waktu aku ditanya kepergian ke Jerman. Dan sebagai jeda diputarlah lagu Cinta Sejati, OST Habibie dan Ainun yang dinyanyikan oleh BCL. Entah kenapa, sejak kepulangan dari Jerman dan melihat film tersebut, satu lagu ini terasa indah untuk didengarkan hingga sekarang. Yang jelas, ada nuansa hati yang mendalam di balik pesan lagu ini. Terutama pada lirik
cinta kita melukiskan sejarah
menggelarkan cerita penuh suka cita
sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu
cinta kita sejati
Kado Habibie untuk hari pernikahan mereka dengan peluncuran N250 adalah sesuatu yang mengesankanku. Ini akan menjadi inspirasiku untuk kelak juga memberi hadiah yang menyejarah bagi istriku nanti, apa dan kapan, biarlah Allah yang memperkenankan nanti.






-_____- modusmu parah mas, hahaha
ternyata kelakuanku belum ada apa-apanya
semoga tante baca tulisan ini haha
Ini semua gara-gara agus yang mempopulerkan kata “modus”. Ha ha ha #loh
Masih menjalin komunikasi kah dengan Reihan hingga saat ini? 😀
He he, masih mbak
Sekedar belajar bahasa Arab sama tanya-tanya tentang Universitas Wuppertal