Hari ini, Selasa 26 Februari 2013 adalah hari yang melegakan bagiku. Amanah sebagai ketua umum UKM Studi Ilmiah Mahasiswa akhirnya resmi dilepaskan dari ku dan dilanjutkan oleh adikku yang jauh lebih keren, Dwi Prasetyo. Ditanya bagaimana perasaanku? Yah, lega sekali dan semua telah menjadi lebih indah. Apalagi dalam acara pelantikan yang sakral itu, teman-temanku yang menjadi pengurus harian lama, para pendamping setiaku hadir dan turut meramaikan acara, khususnya foto-fotonya. Loh

Banyak nasihat yang telah disampaikan oleh Pak Pranoto selaku pembina dan Pak Harmawan selaku kabiro kemahasiswaan UNS mewakili pembantu Rektor III UNS. Intinya selalu bangun komunikasi dan persahabatan dengan birokrasi. Di samping itu, catatan kegiatan dan raihan prestasi perlu dirapikan agar setiap saat dapat dipantau dan dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Karena birokrasi keuangan di kampus yang notabene adalah lembaga formal negara tetap panjang dan rumit. Jadi lebih baik memilih terus melakukan inovasi dan komunikasi agar proses-proses birokrasi dapat berjalan efektif dan bebas dari jerat permasalahan.

Bukan apa-apa sih, tapi hari ini kami merasa lega karena sudah bisa memberi hadiah untuk adik-adik sebuah sistem yang mungkin selama ini dicita-citakan oleh para insan keilmiahan. Sebuah lembaga yang memang mencerdaskan dan membangun kultur, bukan hanya sekedar klaim atau ngaku-ngaku. Lembaga yang memang memberikan kekuatan bagi orang yang mau belajar, sekaligus memberi sanksi bagi mereka yang hanya cari nama, apalagi cari muka.

Kami hanya berharap, semoga visi yang sudah ternanam kuat ini senantiasa direalisasikan dengan baik dari ke generasi. Karena organisasi itu hanya akan mampu memberikan kontribusinya selama dia memiliki dua hal. Komitmen pada visi dan ruh dasar organisasi, serta inovasi dalam setiap masa untuk merealisasikan pencapaian visinya. Jika organisasi masih terkungkung pada tradisi semata, maka semua pemikiran, perencanaan, mau SWOT atau SWEET hanya akan menjadi sampah bagi para generasi selanjutnya.

Organisasi yang baik adalah yang mampu mengkader pemimpin selanjutnya, bukan generasi penerus, apalagi pengikut. Naudzubillah. Semoga generasi kami semakin kokoh dan dapat terus berada di atas jalan perjuangan ini.

2 Comments

    1. ardika

      1,5 tahun aja mbak. Anomali nih, harusnya idealnya itu dari Januari sampai Desember 2012, tapi malah mulainya dari Oktober 2011 sampai Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.