Kategori
Special Moment

Terima Kasih XL

Ceritanya beberapa waktu sebelumnya aku ditelpon oleh pihak regional XL Solo berkaitan dengan pengajuan sponsor untuk biaya hidup di Jerman. Sponsor penuh tidak bisa dipenuhi karena alasannya akhir tahun dan sudah diplot untuk event. Yah, tidak mengapa setidaknya ada uang saku yang akan kuterima.

Maka hari ini aku bergegas ke tempat yang disepakati untuk bertemu dengan kepala regional XL Solo. Ini bukan untuk yang kali pertama, karena sebelumnya XL juga telah membantu SIM dalam menyukseskan agenda FILM. Dan seperti biasa pertemuan dengan beliau singkat, karena sibuk sekali dengan meeting. Namun demikian, selalu ada nasihat bagus yang beliau sampaikan kepadaku. Kali ini adalah pesan agar selalu berdoa di perjalanan karena nanti akan melewati suatu laut yang membuat pesawat bergetar hebat.

Dan di akhir pertemuan akhirnya beliau menyerahkan sebuah amplop yang berisi uang saku untuk mendukung perjalananku. Jumlahnya memang jauh dari angka sponsor yang kuajukan. Tetapi setidaknya ini bisa meringankan perjuanganku dalam meraih uang saku dari usaha sendiri. Sebagai salah satu pengguna XL, aku merasa mendapatkan kemanfaatan dari jalinan yang telah terjadi ini. Pertama , komunikasiku tetap terjaga sehingga bisa menjadi peluang ke depan. Kedua, aku bisa belajar banyak dari para pelaku bisnis tentang telekomunikasi.

Dan aku akhirnya bisa mengetahui peta-peta kebiasaan perusahaan dalam menyalurkan CSR-nya. Sebuah pengalaman yang bisa kubagikan kepada adik-adik untuk menjadi ladang tantangan mereka ke depan. Paradigma baru organisasi kampus dari kebiasaan “mengemis” sponsor kecil-kecilan menjadi tawaran bergengsi untuk membuat sponsor bekerja sama. Sama-sama mencari uang, tetapi rasanya berbeda dan tentunya efeknya berbeda.

Terima kasih XL atas pengalaman yang diberikan selama ini. Semoga tetap bisa menjadi penggunamu yang setia.

Kategori
Special Moment

Serasa Jadi Eksekutif Muda

Beberapa waktu lalu, aku mendapat telepon dari salah satu dealer resmi salah satu operator terkemuka di Indonesia, si Biru. Karena dulu SIM pernah menjalin kerja sama sponsorship di Festival Ilmiah mahasiswa, hari ini aku kembali diminta untuk hadir dalam forum diskusi dan makan siang di sebuah restoran yang pernah kukunjungi dahulu ketika salah satu rekan mengajarku di sebuah bimbel hendak bertolak ke Australia.

Nah, kali ini aku bersama dengan seorang yang sering kurujuk pemikiran2 cemerlangnya. Beliau didampingi oleh rekannya yang juga out of the box. Di ruangan itu kami berdiskusi dengan para perwakilan dari SI BIRU mulai dari Komunika Solo,  SI BIRU Center Solo, SI BIRU Regional DIY – Jateng Zona Selatan, dan SI BIRU Pusat.

Hemm, sempat nervous, soalnya mahasiswa sendiri dan tidak punya partner diskusi yang selevel. Bahkan untuk sekedar memilih menu makan siang saja sampai aku pusing milihnya. Bukan pada masalah harganya (kan dibayari SI BIRU) tetapi bingung milih yang mana soalnya belum pernah nyoba. Dulu pernah datang cuma langsung makan tanpa harus memilih menunya sendiri. #Katrok ya

Dalam diskusi itu intinya adalah komunikasi dan penawaran gagasan antara SI BIRU dengan kami. Yah, sebenarnya aku hanya pelengkap sih. Karena pihak SI BIRU ingin bertemu dengan perwakilan ambasador. Karena aku dulu dianggap menjadi ambasador waktu menjalin kerja sama dengan SI BIRU, jadilah aku menjadi artis panggilan siang ini. Tidak mengapa, lumayan dapat makan siang.

Hal yang paling mengesankan adalah banyaknya lompatan-lompatan ide cemerlang yang terucap dari sang Master, sehingga membuat pihak SI BIRU begitu antusias untuk mendengarkan paparannya. Aku juga terkesan dengan gagasan-gagasan beliau yang selalu berangkat dari kata kunci bahwa harta karun itu terletak pada dasar piramida. Artinya bagaimanapun berbisnis dan berkembang hendaknya selalu ada orientasi untuk memberdayakan dan mengangkat ekonomi rakyat kecil. Inilah paradigma kewirausahaan yang harus selalu dibangun para pemuda hari ini. Berdaya dan memberdayakan. Berjuang dan memperjuangkan. Kaya dan mengayakan. Karena seperti itulah hakikatnya kemanfaatan. Dan siang hari ini, rasanya aku sudah menjadi eksekutif muda. Semoga bisa jadi beneran deh suatu saat. Amiiiin.