• Jogja, Memori yang Terbangkitkan

    Sudah lama rasanya aku tidak lagi menikmati indahnya kota raja itu. Tanah dimana rajaku berkuasa, tak sekedar bertahta dalam singgahsana tapi tetap memangku atas wilayah kesultanan Yogyakarta. Tanah yang dimiliki untuk diberikan kepada rakyatnya. Tanah sejarah yang telah melahirkan berbagai macam pemimpin baik yang baik maupun yang parah. Tanah yang membuatku selalu berdecak kagum dengan…

  • Musuh Terberat itu Bernama Diri Sendiri

    Jika ada yang berkata bahwa rival di berbagai lapisan kehidupan itu berat. Hari ini persaingan sangat ketat dan rasanya kita tidak mungkin memenangkannya. C-AFTA dan ASEAN Community yang sebentar lagi akan bergulir untuk beberapa orang cukup membuat stress karena membayangkan persaingan yang sangat berat. Lebih menyedihkan adalah jika ada yang sibuk sekali menjadikan rival-rival itu…

  • Malu pada Aufa

    Malam ini aku ada janji dengan teman-teman Save Sunniyah untuk membahas tentang perubahan yang terjadi akhir-akhir ini. Perubahan yang membuat gerak kami terbatasi dan perlu bersabar sesaat untuk mempersiapkan cara-cara yang lebih baik dan lebih sesuai dalam menyelamatkan adik-adik kami yang luar biasa itu. Menyelamatkan sekolah yang sudah berada dalam bayang-bayang hilang karena tidak mampu…

  • Refleksi Anti Galau

    Secara tak sengaja, ketika sedang asyik mendengarkan lagu-lagunya Maidany yang juga lagi getol menyenandungkan cinta (cinta yang benar tentunya), aku malah mendapatkan sebuah tulisan yang bagus seperti ini dari note seorang akhwat. Wah, keren juga, meskipun mungkin orang yang baca akan berpendapat kalau aku galau. Yah, biar saja itu pendapat mereka. Langsung saja ke TKP…

  • Belajar yang Bener

    “Parahnya, kita-kita ini yang kuliah di universitas sekuler lulusnya malah jadi ustadz”, kata pak Edi Syukur. Di kesempatan yang lain beliau berkata, “Aktivis dakwah terkadang justru kesannya nggak jelas, sepertinya berlagak ustadz tapi ternyata juga ga begitu ngerti, kalau ditanya kompetensi lebih tidak meyakinkan lagi”. Ucapan di atas adalah selorohan yang pernah terlontar dalam sebuah…

  • Inovasi itu….

    Saat yang paling kutunggu adalah berjumpa kembali dengan mas Romi Ardiansyah, pimpinan Beastudi Indonesia. Mengapa? Hari ini adalah hari untuk training Value yang keempat kalinya. Dan malam ini adalah training tentang value Inovasi. Yang kubayangkan adalah bahwa pasti ada sebuah cara pandang baru tentang inovasi. Dan ternyata benar. Simak selengkapnya. Paparan pertama dimulai dari rekan…

  • Nasihat dari Bapak Kami

    Pagi itu terasa spesial sekali. Mengapa? Karena aku mendapatkan kesempatan untuk kali ketiganya mengunjungi salah seorang yang sudah kami anggap sebagai bapak sendiri. Ikatan beasiswa aktivis di Beastudi Indonesia menjadikan ikatan dan kecintaanku untuk belajar tentang amal sosial dari beliau kian bergelora. Beliau adalah Pak Erie Sudewo, pendiri Dompet Dhuafa Indonesia.  Hari ini beliau di…

  • Serasa Jadi Eksekutif Muda

    Beberapa waktu lalu, aku mendapat telepon dari salah satu dealer resmi salah satu operator terkemuka di Indonesia, si Biru. Karena dulu SIM pernah menjalin kerja sama sponsorship di Festival Ilmiah mahasiswa, hari ini aku kembali diminta untuk hadir dalam forum diskusi dan makan siang di sebuah restoran yang pernah kukunjungi dahulu ketika salah satu rekan…

  • Kegiatan Ter-elit di SIM

    Kegiatan terfavorit di UKM SIM adalah diskusi dan berkarya, tidak ada yang lebih prestisius dari itu jika Anda telah menyatakan diri sebagai anggota SIM.” Ardika Bahagia rasanya sore tadi mendapat kesempatan untuk berduet lagi-lagi dengan Krisna D’ Biker dalam memberi motivasi dan cara gila membuat karya tulis. Berawal dari cerita tentang tiga orang desa yang…

  • Keren di Kampus, Jaminankah Keren di Rumah?

    Gara-gara sebuah SMS teman yang intinya menceritakan kegalauannya menghadapi ortunya pascakampus aku jadi tergerak untuk menulis tentang refleksi menjadi aktivis kampus. Intinya ini ada sebuah persepsi yang kayaknya berkembang di kampus hari ini dan menjangkiti sebagian aktivis kampus. Sebagian saja. Yakni mereka yang menjadikan kampus sebagai tempat pelarian dari kehidupan di rumah. Membangun diri di…