Kegiatan terfavorit di UKM SIM adalah diskusi dan berkarya, tidak ada yang lebih prestisius dari itu jika Anda telah menyatakan diri sebagai anggota SIM.” Ardika

Bahagia rasanya sore tadi mendapat kesempatan untuk berduet lagi-lagi dengan Krisna D’ Biker dalam memberi motivasi dan cara gila membuat karya tulis. Berawal dari cerita tentang tiga orang desa yang belum pernah merasakan nikmatnya naik pesawat, akhirnya dimulailah edisi berbagi sore ini dengan kisah perjuangan GJ kami ke Universitas Andalas dalam Penalaran Green Festival. Kisah lengkapnya ada di sini.

Intinya paparan motivasi yang kami berikan kepada adik-adik adalah tentang dahsyatnya kekuatan mimpi. Mimpi adalah suatu cita-cita yang tergambar terang dalam bayangan kepala kita. Bukan lamunan apa lagi angan-angan. Ia realistis meskipun banyak orang berkata tidak mungkin. Mimpi adalah masa depan orang-orang yang optimis. Mimpi adalah prasangka terbaik kita kepada Allah yang senantiasa bersama prasangka hamba-hamba-Nya. Dan itulah yang membuat impian kami untuk naik pesawat dan menapakkan kaki di ranah Minang dapat tercapai. Luar biasa kan.

Berikutnya adalah tentang inti dari sebuah karya tulis. Karena yang lebih pakar adalah Krisna D’ Biker maka dialah yang menjadi guider tentang hal ini. Intinya, hal yang paling pokok dalam karya tulis adalah orisinalitas gagasannya. Karya tulis terbaik adalah karya yang mampu memaparkan gagasannya secara orisinal, solutif, dan implementatif. Ukuran solutif dan implementatif terletak pada kreatifitas metode atau cara dalam merealisasikan gagasan tersebut. Jadi karya tulis itu sebenarnya berbicara tentang ide pemecahan sebuah masalah dan cara terbaik dalam merealisasikannya. Adapun yang lainnya (sistematika dan lain-lain) hanyalah bagian dari pendukung terbentuknya susunan karya tulis yang baik.

Hal gila yang kemudian kami lakukan adalah membagi-bagikan karya tulis peserta FILM secara gratis kepada adik-adik yang masih seger dan semangat itu agar dicorat-coret dan dikritisi. Dasarnya simpel saja, jika mereka sudah bisa mengkritisi, artinya mereka telah membaca karya tulis tersebut, artinya pula mereka telah mengerti bangunan sebuah karya tulis. Praktis kan, tanpa harus diajari dan dikasih slide-slide yang membosankan. Pertemuan selanjutnya mereka kami minta untuk datang dengan coretan di atas karya tulis yang mereka bawa. Semoga bisa memantik mimpi dan ide mereka.

Terakhir, aku menekankan bahwa diskusi dan berkarya (karya tulis, karya nyata, maupun bentuk implementasi karya lainnya) adalah kegiatan wajib dan kegiatan yang paling elit di UKM SIM. Tidak ada yang lain. Itulah ukuran orang dapat dikatakan sebagai orang SIM atau bukan. Jika yang membaca tulisan ini pernah mendaftar SIM, sudahkah Anda merasa sebagai orang SIM? Jangan sampai membuat Anda malu sendiri.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.