Sore ini alhamdulillah bisa ikut bergabung dalam pesantren IT sore ala adik-adik SIM. Sebuah terobosan untuk membuka cakrawala adik-adik yang saat ini masuk di kampus untuk “belajar”, entah belajar untuk apa (mungkin bingung juga). Bersama dua orang senior yang berpengalaman dalam masalah optimalisasi IT dan marketing, sore ini kami belajar tentang bagaimana membuat sebuah kegiatan yang mempunyai pengaruh besar bagi orang-orang yang terlibat di sana.

Pertama dimulai dari sindiran yang sederhana tapi sangat menohok. Ketika mengkaji masalah logo kampus dan sedikit perubahan yang diberikan, semua peserta hanya melongo. Di tanya ada masalah tidak, semua diam. Sang pembicara pun dengan santai berkata, “bagi yang memang tidak pernah keluar kampus, tentu tidak pernah merasa ada masalah, karena memang kampusnya tenang dan damai“.

Sontak kami tertawa terkekeh-kekeh. Mungkin menertawakan diri sendiri yang selama ini memang lebih banyak menjadi katak dalam tempurung. Berpikir dengan cara sendiri dan seolah-olah berbuat untuk orang banyak, padahal sesungguhnya pekerjaan kami tak lain buang-buang waktu untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya kalau dibiarkan saja akan selesai.

Pada intinya, materi yang dibahas pada sore hari ini adalah bagaimana ketika menyelenggarkan sebuah kegiatan, event, atau mempromosikan sesuatu itu bisa memberikan kesan mendalam kepada sasaran. Pertama dimulai dengan membuat landing page yang informatif dan berkarakter. Di era IT ini, website atau blog adalah landing page yang bagus. Di sana pula sebuah karakter harus ditampilkan dalam ikon/logo untuk membuat orang-orang yang menjadi sasaran kita terus mengingat dan memiliki kesan yang baik atas program kita. Landing page hanya memberi informasi sebesar apa kunjungan orang-orang ke sumber informasi tersebut.

Maka selanjutnya adalah tentang social media. Facebook dan Twitter adalah dua media social yang populer saat ini untuk menjadi teman setia landing page. Dapat juga menggunakan media sosial yang lain. Di sini kita akan menemukan nama definitif dan melihat dinamika sasaran kita. Apakah mereka akan berkomentar, bertanya dan sebagainya. Yang jelas karakter mereka akan terlihat di dalam jejaring media sosial ini. Dari sini pula, sasaran akan terus ditrigger untuk mengunjungi landing page kita.

Jika kombinasi landing page dan social media sudah optimal maka tinggal kita mengemas event yang sesuai dengan karakter sasaran berdasarkan analisis dinamika mereka. Di sini pentingnya kita menerapkan, “berpikir menggunakan cara orang lain”. Konsep ini bukan berarti kita mengikuti apa yang mereka inginkan semata-mata, tetapi bagaimana kita membawa apa yang kita perjuangkan menurut selera mereka. Seringnya kita menjadi pemaksa agar orang mengikuti gagasan kita lengkap dengan cara versi kita, tanpa melihat bagaiman konsep berpikir orang lain.

Nah, jika direfleksikan lebih jauh, bukankah ini sebuah ilmu yang sebenarnya telah diterapkan oleh Rasulullah dalam mengajarkan Islam. Bukan pada teknisnya, tetapi konsep seperti ini bukankah menjadi kunci keberhasilan dakwah beliau. Beliau sangat keras kepada dirinya sendiri dalam hal syariat, tetapi beliau selalu memberikan jawaban sesuai kadar akal orang yang dihadapinya, sehingga Islam itu menjadi lebih berkesan bagi mereka, kecuali memang orang-orang yang telah memiliki kedengkian.

Sore ini kami belajar tentang bagaimana membahasakan kebaikan itu agar dipikirkan orang lain sebagai kebaikan pula sebagaimana kami. Karena hari ini banyak orang yang berpikir kebaikan itu dalam persepsi yang berkebalikan akibat kesan yang mereka terima berkebalikan juga.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.