Menjadi Pemimpin “Tersembunyi”

Mengajar di sekolah dasar, tak banyak orang yang akan tahu. Kiprahnya mungkin tidak terlihat di mata orang. Perannya mungkin belum terlihat signifikan bagi anak didiknya yang dalam kaca mata orang baru sekedar mengentaskan masalah membaca dan menulis. Tetapi aku pernah memiliki sosok guru di masa SD yang selalu kuingat hingga hari ini. Yang membimbingku tentang arti belajar dan bermimpi besar. Yang telah menginspirasi arti kejujuran dan komitmen. Yang membuatku hari ini tegar dalam sebuah perjuangan, ramai atau pun sendiri sama saja.

Maka guru-guru SD yang hingga hari ini rela berjuang seperti Bu Mus atau Pak Harfan, merekalah pemimpin-pemimpin “tersembunyi” itu. Yang kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa sesungguhnya. Tak banyak orang yang akan meliriknya, tapi mungkin itulah cara Allah untuk menjaga kemuliaannya. Hari ini, menjadi guru itu dapat menjadi profesi yang berorientasi materialistik, dapat juga menjadi panggilan jiwa.

Mengulang kembali quote dari Indonesia mengajar, ….semua pejuang dan pemimpin republik pernah mengajar. Mereka memberi inspirasi. Mereka menjadi inspirasi. Mengajar adalah memberi inspirasi. Dan menginspirasi adalah tugas utama seorang pemimpin. Maka sudahkah para mahasiswa hari ini menjadi inspirasi bagi orang lain? Jika belum, kini saatnya untuk membuktikan itu semua. Langkah nyata, kita ke sekolah dasar dan bantulah para guru untuk menjadi pemimpin yang tersembunyi itu.

(selesai)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.