Di antara aktivitas-aktivitas pemuda yang kunikmati hari ini adalah diskusi. Yah, diskusi. Namun tentu saja diskusi yang inspiratif, bukan sembarang diskusi. Lebih-lebih jika diskusinya berkaitan dengan prinsip hidup dan pergerakan. Baik itu nostalgia maupun visi ke depan. Rasanya tak ingin berhenti. Dengan siapa pun diskusi, pasti akan menjadi memori yang indah untuk dikenang.

Di antara tempat diskusi yang asyik adalah saat mentoring. Baik saat aku yang menjadi peserta maupun saat aku menemani adik-adik yang luar biasa. Mereka potensial dan mereka cemerlang. Hal yang kusukai hingga mengapa aku selalu mau untuk menjadi asisten AAI. Karena aku selalu mendapat semangat baru dan tentunya inspirasi baru untuk menemani dan belajar bersama mereka.

Malam ini aku merasakan nuansa yang berbeda saat dua adik AAI-q betah berdiskusi denganku. Aku sebenarnya telah menebak bahwa mereka berdua itu memiliki potensi yang hebat. Dari pembicaraan singkat yang terkadang kuberikan pada saat AAI, kata-kata mereka mencerminkan bahwa masa lalu mereka kaya akan pengalaman dan telah menjalani berbagai tantangan. Dan ternyata benar, malam ini aku membuktikannya.

Di mataku, mereka bukan anak kemarin sore. Mereka adalah sosok yang sudah memiliki konsep dan pola pikir definitif sejak sebelum masuk kampus. Yang ku harapkan, mereka menjadi pemimpin pada waktunya nanti. Namun yang terkadang ku khawatirkan jika sistem yang berlaku di kampus ini timpang dengan akselerasi pemikiran mereka yang butuh sinkronisasi.

Aku hanya berharap, ada sebuah konversi intelektual yang sesuai untuk aktivis di zaman ini. Di mana idealisme aktivis kampus tetap terjaga dalam aktualisasi baru kader-kader yang peka zaman dan mengerti tantangan hari ini. Bukan sekedar letupan retorika semangat kosong tanpa benang merah realita. Adik-adik yang inspiratif ini akan menjelma menjadi pemimpin pada masanya jika senantiasa dijaga dan diarahkan jalannya. Ketika ego dan pragmatisme kita terkendali untuk memandu jejak mereka, maka yang akan tumbuh adalah pemimpin berkarakter di masa itu.

Mungkin mereka berada di atas rel yang sama dengan kita, mungkin juga tidak. Tapi selagi tujuan kita bertemu, mengapa kita risau. Maka periksalah tujuan mereka hari ini. Jika tak sama, maka kita resolve agar sama. Biarlah mereka berproses setelah tujuan kita sama. Karena mereka juga seperti kita. Mencari dan akhirnya akan menemukan. Jika itu terjadi, alangkah bersyukurnya kita nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.