Apakah asumsi Om Darwis Tere Liye yang disampaikan oleh tokoh Thomas di Novel Negeri Di Ujung Tanduk bahwa politik itu adalah alat terbaik dalam bisnis omong kosong itu benar? Mungkin benar hari ini, karena rakyat juga menikmati omong kosong itu. Industri artifisial hari ini lebih laku, sehingga tidak heran jika pekerjaan yang berbasis kekhawatiran lebih laku dari pada perniagaan atas barang produksi masyarakat yang dibuat dengan kerja keras.

Oleh karena itu, mari yang masih tertarik untuk jadi kader parpol, maka mari kita buktikan kerja nyata baik dalam mencerdaskan dan menyejahterakan, bukan menipu dan menghinakan. Apakah bisa? Bisa karena bukti-buktinya juga ada dan pernah dilakukan oleh makhluk yang sama seperti kita, manusia.

Jika ada yang suka nyinyir sama kita abaikan, mereka paling cuma pengamat yang hobi komentar karena lagi stress jadi pengangguran atau orang yang sedang mengalami radang akut dengan lisannya (mungkin efek lupa tentang hadits Rasulullah tentang ke-Islam-an seseorang itu saat orang lain terjaga dari serangan lisannya). Karena orang yang baik sesungguhnya adalah yang baik pemahamannya, tahu tempat dan situasi dalam menasihati, dan mengeluarkan kata-kata yang baik saat menasihati. Bukan yang asal njeplak dan menghantam yang lain.

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.