Ini adalah sebuah refleksi yang kuambil dari kisah perjalanan seseorang. Sebut saja Dreamer namanya. Seorang pemuda yang memiliki keinginan untuk menjadi orang kaya. Keinginannya mulia agar bisa membantu banyak orang yang membutuhkan dan bisa membeli ini itu untuk keperluan hidupnya.

Namun sayang dalam usaha pencapaiannya aku melihat ada masalah yang hal yang menurutku ini sangat tidak baik untuk ditiru. Mimpinya yang indah tadi tak diiringi dengan usaha jasmaniah yang sungguh-sungguh. Sering saja bermalas-malasan dan hanya tiduran. Bahkan dalam bekerja dia cenderung memilih pekerjaan yang gengsinya tinggi dan sebenarnya pekerjaan yang dia ambil tidak menghasilkan uang yang berarti untuk dirinya selain hanya mendapatkan gengsinya saja.

Dia bekerja di sebuah lembaga jasa keuangan yang hanya akan menggaji karyawananya jika berhasil mendapatkan nasabah. Lha kalo lagi sepi atau nasabahnya keluar terus bagaimana? Ya tidak tahu deh nasibnya. Dia menjalani spekulasi pekerjaan ini dengan angan-angan yang tinggi melihat rekan-rekannya yang lain telah membeli mobil dan bepergian ke mana-mana. Berkaca pada rekan boleh, tapi ada perbedaan yang mendasar antara dia dan mereka. Dia masih terlalu lugu untuk mengenal dunia kerja yang seperti itu. Tahulah bagaimana dunia finance itu dimainkan. Hanya mereka yang pintar “bermain“ saja yang akan mampu memetik banyak keuntungan.

Hidupnya pun menggantungkan pada kebaikan orang lain yang bisa dia tumpangi. Terkadang dia berhutang untuk keperluan makan minumnya dengan akad yang sulit dijelaskan. “Bro, pinjam uang 100 ribu ya. Nanti aku kembalikan kalo udah punya uang.“ Ada masalah besar di sini. Apakah dia bisa menjamin kapan dia punya uang berlebih dengan bertahan pada pekerjaan yang seperti itu. Yang meminjami pun sudah berniat untuk memberi karena tak ada jaminan apakah pinjaman itu kembali. Ah, akad hutang yang akan menjadi ambigu jika si pemberi tak berniat mengikhlaskan untuk sedekah sejak awal.

Sahabat, masih banyak jalan usaha untuk mendapatkan rizki yang dari Allah. Tidak usah kita membanding-bandingkan pekerjaan selama itu halal untuk kita pilih. Tidak pernah akan ada hujan emas dan perak dari langit. Ingin kaya tapi menggantungkan spekulasi semacam itu jelas hal yang konyol. Aku sendiri tak percaya ada uang gratis hari ini. Semua butuh kerja keras, mengasah keterampilan, menjaga kepercayaan, meningkatkan kapasitas, dan terus menerus berjuang. Ada saatnya kita akan memetik hasil yang indah itu.

Ayo bekerja keras!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.