Negeri Para BedebahDi negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.

Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat

Itu adalah tiga kalimat yang tertulis di sampul belakang buku Tere Liye yang baru terbit di tahun yang lalu. Sebuah novel fiksi yang menarik dan berkisah tentang perjuangan seorang petarung mengungkap misteri dari konspirasi besar yang mengancam perusahaan pamannnya sekaligus membalaskan dendam masa lalunya atas kematian ayah ibunya.

Membaca novel ini serasa mengikuti kisah tentang bailout bank Century yang pernah ramai menjadi pemberitaan di negeri ini. Aku tidak tahu apakah sang penulis mencoba menghadirkan sisi lain dari kasus itu yang ia jelaskan dalam kisah fiksi atau memang beliau memandang bahwa kerumitan sistem di kasus itu membuat novelnya yang bercerita tentang aktivitas para bedebah di negeri ini semakin hidup.

Novel ini tidak hanya berkisah tentang perjalanan seorang petarung bernama Thomas yang dikenal sebagai konsultan internasional dalam penyelamatan berbagai perusahaan, tetapi juga mengkaji masalah-masalah fundamental seperti teori uang, riba, dan berbagai sistem yang rumit di dunia saat ini. Lebih lanjut lagi, penulis memperkaya spirit dari warga Tionghoa yang berlayar ke nusantara dan menjadikannya sebagai tanah harapan membangun hidup baru. Filosofis dan penuh inspirasi.

Di novel ini pula bagaimana kita dibuka agar kita tidak terlalu bodoh amat saat melihat realita kehidupan hari ini yang terlalu banyak bedebah berkeliaran atau pun penguasa bejat yang menipu masyarakatnya. Kita diberi optimisme bahwa sesama penjahat itu pasti ada saatnya untuk saling menghabisi, meski tak jarang hari ini banyak penjahat yang menghabisi orang baik. Tapi bagaimana pun, para petarung sejati tidak akan pernah saling mengkhianati, hal itu dilukiskan pada bantuan yang diberikan rekan-rekan Thomas sesama klub petarung saat dirinya menghancurkan konspirasi besar untuk menghancurkan bisnis raksasa pamannya.

Bagaimana dengan negeri kita hari ini? Ah, biarlah para penjahat-penjahat tetap berkuasa, karena ada saatnya mereka akan binasa. Kita upayakan untuk menasihati mereka semampu kita. Tugas kita adalah tetap menjadi orang yang baik, dengan pemikiran yang baik dan positif, dengan melakukan hal-hal terbaik yang kontributif, dan pastinya menjaga agar kita tidak menjadi bedebah-bedebah berikutnya. Karena hari ini MENJADI BEDEBAH ITU ADALAH PILIHAN YANG TERLALU MUDAH.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.