Setelah beristirahat cukup di apartemen Bu Nurma, kami berempat dengan ditemani Bu Nurma melanjutkan jalan-jalan ke pusat kota Muenster. Pertama kali kami mengunjungi kantor Rektorat Universitas Muenster. Berbeda dengan Bergische Universitat Wuppertal yang baru berdiri beberapa tahun lalu, Universitas Muenster (atau bahasa sulitnya Universität Münster) adalah universitas tua karena telah berdiri sejak tahun1588, kemudian mengalami modernisasi tahun 1780. Universitas Münster (Jerman Westfälische Wilhelms-Universität Münster, WWU) adalah sebuah universitas publik yang terletak di kota Münster, Nordrhein-Westfalen di Jerman. WWU ini merupakan bagian dari Deutsche Forschungsgemeinschaft, masyarakat terkemuka penelitian perguruan tinggi di Jerman. WWU juga telah sukses di Jerman “Excellence Initiative” (www.wikipedia.org).

Gedung-gedung Universitas Muenster itu tersebar di seluruh penjuru kota Muenster. UNS mirip dikit deh dengan ini. Makanya ketika kami bertanya-tanya pada penumpang bus dari tersesat di Hiltruf menuju pusat kota Muenster, mereka pada bingung tentang Universitas Muenster. Karena gedung universitas ini ada di seluruh penjuru kota. Waw, keren sekali. Karena kota ini datar (tidak seperti Wuppertal yang bergunung-gunung), makanya kebanyakan para mahasiswa bersepeda. Di sini, sepeda bisa masuk kereta api loh, ketika para pengguna mau berpindah dari satu kota ke kota lain. Trus apa hubungannya. Skip dulu bercandanya.

Kami berfoto di depan gedung rektorat Muenster yang megah. Kata bu Nurma, yang juga mahasiswa Ph. D. di universitas ini gedung rektorat ini dulunya adalah Istana Kaisar Wilhelm II. Wah keren sekali pokoknya. Sayangnya karena suasananya malam hari, maka kami tidak dapat mengabadikan gambar dengan terang. Yah, yang penting kami telah ke sini dan menikmati keindahan bangunan yang super megah ini.

Usai berfoto di pusat Universitas tua ini, kami segera melanjutkan perjalanan menyusuri pusat kota Muenster. Sama halnya di kota yang lain, memang lagi ramai-ramainya pasar natal. Di kota ini juga sama. Kami hanya berkeliling dan melihat-lihat orang-orang yang begitu padat berlalu lalang. Ada yang jalan, bersepeda, namun jarang sekali di sini di jumpai sepeda motor. Secara musim dingin juga, dan angkutan kota di Jerman sangat-sangat nyaman. Begitulah negara yang pelayanannya bagus, dan kultur masyarakatnya mau peduli dan diatur jadinya ya bagus seperti ini. Yah, ini harus diakui bahwa mereka jauh lebih baik dari kita orang Indonesia, meskipun tak dinafikan di sisi moralitas yang lain kita masih bisa bersyukur bahwa kita lebih baik dari pada mereka.

Setelah puas berfoto ria di Muenster, kami melanjutkan perjalanan ke Dortmund. Tujuan kita cuma satu, berfoto di depan Stadion Dortmund, markas klub besar Bundes Liga, Borussia Dortmund yang sering kita tonton di televisi. Stadionnya bagus, meskipun kecil. Tulisan SIGNAL IDUNA PARK bersinar sangat terang menerangi depan dan samping stadion yang telah dikerumuni salju putih dan sangat lembut. Ha ha, kami berfoto ria sambil menulis beberapa kalimat pesanan teman-teman dari Indonesia.

Yah, mungkin sebagian orang akan berpikir kami konyol karena di tengah suhu yang sangat dingin (minus) kami nekat pergi jalan-jalan hingga akhirnya kami sampai di aparteman menjelang jam 11 malam. Itupun karena pembatalan kereta ke Wuppertal yang jam setengah 10. Aduh-aduh, musim dingin di sini memang membuat jadwal kereta sedikit mengalami gangguan dan keterlambatan. Anyway kami ingin menjelajah negeri Habibie ini sampai batas waktu kami berakhir di sini.

Aku berharap, di kesempatan berikutnya Allah memperkenankanku menjejakkan kaki ke sini lagi. Terima kasih Bu Nurma, yang mau bercapek-capek menemani kami. Bu Nurma bener-bener keren, selalu berjiwa muda. Ha ha ha

4 Comments

        1. ardika

          Ha ha, mewujudkan mimpi kuliah ke luar negeri. Bisa ke sini sebulan juga dulu kepikiran pun tidak bagaimana caranya, tetapi aku terus bermimpi dan terus berbuat yang terbaik selama di kampus. Ternyata ini jalan yang Allah berikan. Alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.