Megahnya Masjid Hijau Berau

Usai bertemu dengan orang-orang penting tersebut, kami pun melanjutkan perjalanan menyusuri pinggiran sungai Berau. Ku sempatkan berfoto di pinggiran sungai itu. Di seberang sana berdiri sebuah keraton yang menjadi cagar budaya di kawasan itu. Sebuah bangunan kecil berwarna kuning berdiri megah di seberang sungai. Istana Batiwakkal namanya. Saksi bisu kejayaan Kesultanan Gunung Tabur yang akhirnya terpecah dengan hadirnya istana Sambaliung di seberang sungai akibat ulah Belanda.

Perjalanan pun berlanjut ke masjid Agung Baitul Hikmah yang merupakan masjid terbesar di kota Berau. Sebuah masjid besar berwarna hijua dengan desain arsitektur timur tengah yang sangat kental. Bangunan itu sangat artistik dan terlihat megah. Saking megahnya aku harus berlari-lari kecil kebingunan mencari satu tempat yang bernama toilet. Dan gilanya, aku harus melintas bangunan utama masjid di mana orang-orang sudah menikmati shalat jamaah mereka sementara aku masih ingin melepaskan hajatku.

Aku berpikir, kota ini tak kurang lagi materi untuk mewujudkan aneka bangunan fisik untuk membangun dinasti. Bahkan mungkin bukan hal yang sulit lagi sekiranya mereka mendirikan kerajaan sendiri mungkin. Ah tidak juga, cerita tentang bagaimana malasnya mereka bahkan untuk sekedar bercocok tanam sendiri membuatku merinding bahwa suatu saat kekayaan yang besar ini bisa saja lenyap.

bersambung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.