Ironi Negeri Saudi

Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan, leluhurnya yang bernama Hasyim pernah berpidato di hadapan kaumnya bahwa hendaknya bangsa Arab bersyukur karena mendapatkan kesempatan menjadi penjaga Baitullah dan selalu kedatangan para tamu Allah. Dia pun berikrar bahwa dirinya akan menyedekahkan hartanya untuk menyambut tamu-tamu Allah yang mulia dan dia menganjurkan kepada orang-orang disekitarnya jika berkenan turut […]

Robot, Rokok, dan Dunia Maya

Masih soal rokok, benda nglencer dari rajangan tembakau itu ternyata bisa membuat tatanan masyarakat hingga pemerintahan kacau balau membahas masalah yang tidak jelas juntrungannya itu. Rokok tetaplah rokok, ia benda. Yang aneh adalah kita yang memandang fenomena kebendaan rokok tersebut. Gampangannya gini, katakanlah menteri-menteri di Kabinetnya Pak Jokowi itu separuhnya adalah perokok, cuma menteri kesehatan […]

Palestina yang Dikhianati

Zionis Israel itu sebenarnya mampu untuk melenyapkan Palestina dalam sekejap, wong persenjataan mereka sudah sangat mutakhir. Mengapa tidak dilakukan? Karena eksistensi Israel sendiri masih ditentang oleh banyak negara, terutama negara Islam. Arab Springs digelar atas nama demokratisasi Arab, padahal itu adalah strategi untuk menumbangkan penguasa-penguasa Arab yang kuat (dan menentang Israel) dan menciptakan situasi tidak […]

Industrialisasi Islam

Industri membesar karena setiap orang percaya merk. Jika setiap orang terbiasa membeli sesuatu karena menghargai karya orang lain, insya Allah industri besar akan mati. Tidak ada cerita gaduh seperti sekarang. Masyarakat Islam yang mengamalkan al Quran itu pasti anti industri besar, sekaligus anti semangat sama rasa sama rata. Karena dalam Islam, miskin kaya itu wajar, […]

Rokok dan Gagal Fokusnya Kita

Ketika rokok memasuki dunia industri, ruwet sekali memang. Apalagi kalau nanti terjadi monopoli. Sebagai warisan kompeni yang disandingkan dengan kopi, sehingga bagi sebagian orang membantu menumbuhkan inspirasi, dan bagi sebagian yang lain memang sebaiknya tidak mengkonsumsinya, rasanya rokok menjadi absurd ketika diperdebatkan dalam konteks industri. Padahal di desa-desa yang masih ndesit, mbah-mbah tangguh itu ketika […]

Allah Cuma Dianggap Ada

Yang lucu dalam dialektika kesehatan itu adalah orang menghubungkan antara penyakit dan kematian dengan asumsi bahwa kalau salah penanganan matinya lebih cepat. Hahaha, berarti Allah manut kehendak manusia dalam mematikan seseorang dong. Harusnya kita berhati-hati bicara soal kematian. Soal malpraktek atau salah penanganan kesehatan itu jangan disangkutpautkan dengan kematian seseorang, tapi tautkan pada dosa dan […]

Satire

Tulisan satire sering diklaim berlebihan dan tidak masuk akal, tapi efektif untuk menyindir mereka yang masih punya perasaan dan nalarnya masih jalan. Jika tulisan satire dipahami dengan bahasa akademik yang kaku ya akan disalahkan. Misalnya A. A. Navis menulis cerpen Robohnya Surau Kami yang sangat disukai Heriyanto. Beliau membuat dialog dalam cerpennya antara Allah dengan […]

Penghancuran Kebudayaan

Di usia 26 tahun ini saya mencoba menggali ingatan tentang kehidupan desa. Masih jelas proses-proses alami yang kulalui hingga mengalami modifikasi setelah melalui dialektika pemahaman sekolah hingga kuliah yang bisa dikatakan 100% urban minded, alhamdulillah tidak tergerus oleh cara berpikir itu secara keseluruhan. Meskipun ini bukan kesimpulan final, tapi saya berani mengatakan bahwa institusi sekolah […]

Kemerdekaan Palestina

Di momen peringatan hari kemerdekaan yang masih hangat ini, mari kita ingat bahwa dulu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia direspon oleh Palestina yang saat itu masih berjuang melawan Inggris. Lalu para ulama Palestina mendesak Raja Mesir-Sudan untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu, mari berusaha membebaskan Palestina dari cengkeraman Zionis. Caranya adalah dengan bersatu menjadi negara yang […]

Otoritas Ilmu

Dalam sebuah forum diskusi terlontar sebuah pertanyaan tentang keabsahan status gelar yang dimiliki seseorang. Sejak kapan kita sekarang cara berpikirnya meyakini gelar dulu baru melihat kinerjanya, bukan berdasarkan kinerjanya maka gelar akan diperoleh. Bagaimana logika legalitas gelar itu berlaku sejak munculnya sistem persekolahan modern saat ini. Jika ditelisik ke belakang gelar-gelar yang sekarang disandang orang […]