Islam dan materialisme itu adalah dua hal yang paradoks, sangat bertolak belakang. Islam menawarkan konsep kehidupan yang bersifat ruhaniyah kualitatif. Sedangkan materialisme menawarkan kehidupan yang bersifat jasadiyah kuantitatif. Islam murni dengan keutuhan ajarannya. Sayangnya hari ini disempitkan hanya menjadi urusan fikih dan itupun masih dikisruhkan oleh pertentangan antar madzhabnya. Sementara materialisme telah melahirkan banyak derivatnya […]
Kowe WNI apa WNA?
X: “Mas, kamu sebenarnya WNI atau WNA?” Y: “Lihat wajah saya ini, wong jelas wajah Jawa tulen gini kok, bahasaku juga masih medhok” X: “Yo ora ana hubungane to mas. Soal wajah dan bahasa itu urusan kebudayaan, sudah seharusnya jenengan menjaga doktrin yang sudah ditanamkan oleh Allah sejak lahir sebagai orang Jawa. Urusan kewarganegaraan itu […]
Status Manusia
Kalau bicara soal negara adanya legal dan tidak legal, karena mengacu pada regulasi perundang-undangan. Kalau bicara dalam lingkup akademik di kampus adanya ilmiah dan tidak ilmiah menurut versi metodologi akademik yang lazim. Tapi perlu diketahui bahwa yang legal atau yang diklaim ilmiah tidak selalu benar, sebagaimana yang tidak legal atau yang diklaim tidak ilmiah juga tidak […]
Darurat Makna Kata
Selama kita nggak ngerti bedanya, NEGERI, NEGARA, PEMERINTAH, APARAT, dll mulai dari asal usul makna katanya, pergeseran maknanya secara politik berdasarkan kronologi sejarah dll ya selama itu pula kita akan dimain-mainkan. Lha kok urusan itu, wong kita membedakan makna WARGA NEGARA, PENDUDUK, MASYARAKAT, RAKYAT, dan UMAT saja belum tentu bisa. Dikiranya sama saja, searti, dan […]
Hukum Tanpa Keadilan, Fikih Tanpa Akhlak
Pasca amandemen UUD 1945, negara ini berdasarkan atas hukum. Adil atau tidak adil tidak ada urusan, yang penting berdasarkan pasal-pasal hukum yang disusun oleh para politisi kita. Kalau ada orang maling ayam yang penting dihukum, tanpa diinvestigasi secara komprehensif alasan mendasarnya maling ayam. Sementara kalau ada koruptor atau bandar narkoba minta pengurangan hukuman, dikabulkan dengan […]
Pemerintahan Tanpa Negara, Negeri Tanpa Raja
Negara-negara yang masih mempertahankan simbol-simbol sejarahnya, seperti Kerajaan, Kekaisaran, dll biasanya relatif lebih stabil secara politik dibandingkan negara-negara yang menjadi republik total. Terutama di era yang blawur semacam sekarang, kehadiran simbol-simbol negara itu menjadi salah satu pengikat kebudayaan masyarakatnya. Negara yang masih seperti itu proses politiknya berlapis dan tidak mudah digoyang oleh infiltrasi luar. Kerajaan […]
Imam Mahdi Modern
Kajian-kajian seputar hadirnya Imam Mahdi yang mainstream rasa-rasanya gimana gitu. Kayaknya imajinasinya orang-orang selalu berkutat pada hadirnya sosok yang ajaib, punya kekuatan ajaib, bisa menegakkan kekuasaan secara ajaib, lalu menggerakkan pasukan dengan cara ajaib, dan menangnya pun nanti ajaib. Sebentar jangan marah dulu dan menyangka saya anti kekuatan supranatural. Saya percaya pada mu’jizat juga, yang […]
Pokoknya Islam Selalu Salah
Dalam artikel “Saya Anti-Demokrasi” yang ditulis Mbah Nun pertengahan era 1990-an beliau sudah mengetengahkan fenomena diskriminasi pada Islam. Misalnya ketika dibandingkan dengan demokrasi, Islam selalu dipojokkan karena dinilai berdasarkan para oknum yang melakukan tindakan kekerasan, bukan dari substansi ajaran Islam itu sendiri. Artinya kalau menilai demokrasi yang dirujuk sumber demokrasinya, yakni AS, tapi kalau menilai […]
Yang Penting Belajarnya, Bukan Sekolahnya
Jika kebijakan pemerintah soal pendidikan memberatkan, jika urusan sekolah menjadi lebih rumit, jika akhirnya cuma menjadikan medsos sebagai tempat mengumpati segala hal, gimana kalau anak-anak nggak usah belajar ke sekolah sekalian. Anak-anak diajak aja latihan bekerja sejak kecil. Yang petani diajak ke sawah, yang pedagang diajak ke pasar. Yang pengrajin diajak segera bikin karya. Nek […]
Denegaraisasi
Ketika orang semakin semangat menuntut bahwa negara harus begini begitu, kok saya malah mulai berpikir bahwa de-negara-isasi saatnya dicoba. Yakni proses pelucutan kewenangan negara melalui proses transformasi warga negara menjadi manusia. Tanpa perlu perang dan kekerasan. Dalam sejarah para Nabi, kepemimpinan adalah proses keteladanan dan ketaatan pada kitabullah. Maka sudah saatnya kita membedakan antara pemimpin […]





