Urip Sing Slow Wae

Bertahan pada kerangka ideologi mainstream dan doktrin negara terlalu erat akan membuatmu bertengkar. Bahkan bisa bunuh-bunuhan kalau terlanjur meletup. Cobalah mulai sekarang beralih pada gagasan bahwa sesama manusia itu bisa hidup bertetangga dengan bertenggang rasa, tanpa harus dipusingkan urusan-urusan ideologi partisan dan aneka bentuk polemik negara. Mari kita lihat tetangga kita sebagai manusia yang harus […]

Belajar Kedaulatan Diri

Entah berapa dekade lagi atau berapa turunan lagi, sistem negara semacam ini akan ditinggalkan. Manusia akan kembali ke cara paling tradisional, yaitu memercayai sesama manusia. Tidak usah naif, pada waktunya nanti kejahatan-kejahatan yang terakumulasi dalam tindakan negara dan pemerintah akan semakin menghancurkan kepercayaan rakyat. Dimulai dari negara-negara yang tertindas dan mungkin paling akhir nanti adalah […]

Menjaga Generasi

Gontor telah membuktikan eksistensinya sebagai sebuah “sistem negara kota” yang mandiri. Muhammadiyah sebenarnya juga bisa menjadi “sub negara” untuk komunitasnya, dan semoga bisa bergerak ke sana. Bicara kekuasaan, tidak bisa dipungkiri itu adalah tempat orang-orang berebut kedudukan. Tapi, belajar dari Gontor, sebenarnya ada ruang khidmat yang bisa dibangun setiap kelompok masyarakat tanpa harus ikut ambil […]

GR Azab dan Kebodohan Kita

Azab itu saya kira relevannya untuk manusia-manusia superior yang sombong dan benar-benar membuktikan kehebatannya. Misal Firaun yang terbukti sangat perkasa membangun negaranya, bahkan dinastinya bertahan sampai satu milenium. Kaum ‘Ad dan Tsamud yang bisa menaklukkan gunung-gunung dan bebatuan besar. Mereka-mereka ini sembada ampuhe, sehingga tidak ada cara lain bagi Allah, kecuali membinasakan mereka dengan cara […]

Mengapa Interaksi Sosial Kita Kian Rempong?

Konon, mengapa kehidupan kita sekarang sedemikian rempong? Sebab pendidikan di keluarga banyak yang belum mampu memberikan rasa yang paripurna pada manusia-manusia di dalamnya. Bahwa manusia punya hasrat untuk eksis, diakui, dan mendapatkan segala bentuk pengakuannya memang iya. Tapi keluarga lah yang bisa membentuk manusia untuk selesai dengan dirinya sendiri sebelum berurusan dengan banyak manusia di […]

Meniru yang Salah Arah

Feminisme itu muncul karena perlawanan kaum perempuan terhadap tekanan kaum laki-laki di Barat, baik dalam konsep rumah tangga maupun kebudayaan. Saya tidak tahu persis motifnya, tapi intinya itu adalah sebuah reaksi atas gejala sosial yang terjadi. Anehnya, orang-orang sini ikut-ikutan mengusung feminisme melalui definisi-definisi lucu dan menurut saya cacat dan tidak konsisten. Dalam kebudayaan kita, […]

Negara versi Dengkulku

Setahu saya, negara itu eksis jika memiliki wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat, serta mendapatkan pengakuan dari negara lain. Dari keempat unsur itu, tiga unsur bersifat internal dan riil. Artinya wilayah (darat laut seisinya), rakyat (SDM dan produktivitasnya), dan pemerintah (SDM dan produktivitasnya) adalah aset riil yang dimiliki sebuah negara. Menurut wikipedia, luas wilayah darat […]

Tahsabuhum Jami’an Wa Qulubuhum Syatta

Menjelang tahun politik, makin jelas gambaran al Quran tentang “tahsabuhum jami’an wa qulubuhum syatta”. Kita bisa melihat dengan gamblang berbagai peristiwa itu. Apalagi kehidupan mainstream hari ini digerakkan oleh kapitalisme dan kompetisi kekuasaan yang penuh manipulasi dan menghalalkan segala cara demi kemenangan. Mungkin ada yang berkilah bahwa berbeda pendapat itu wajar. Ya seharusnya memang wajar […]

Maa Adroka Maa Bank?

Bank itu perusahaan atau otoritas ekonomi yang tugasnya mengelola distribusi uang? Sebab, mau ngomong bunga bank itu termasuk riba atau bukan tergantung dari persepsi kita melihat bank itu sendiri. Kalau bank adalah perusahaan ya uang yang dikelolanya memang dagangan, mosok dodolan ra golek untung. Nggo nggaji karyawannya gimana? Njuk labanya dari mana kalau nggak pakai […]

Bahaya Laten Kapitalisme

Dulu ketika SMA dan kuliah saya sering mendapatkan arahan soal keberpihakan politik, alasannya politik itu vital dalam menentukan kebijakan. Nasihat para senior itu benar dan logis, jika politik berada di dalam posisi yang tidak tergadai oleh kapitalisme. Lha kalau sekarang, hal itu jelas tidak relevan. Di mana-mana, politik hanyalah subkontraktor dari sistem ekonomi kapitalis. Menguatnya […]