Ketika nama rinding disebut, barangkali tidak banyak orang yang tahu. Apalagi anak-anak muda. Mereka tentu lebih akrab dengan gitar, piano, dan seabreg alat musik modern lainnya. Rinding adalah alat musik dari bambu yang membutuhkan keahlian tingkat tinggi untuk memainkannya.

Hari ini, kami berkunjung ke salah satu seniman Rinding Gumbeng yang ada di Desa Beji, Kecamatan Ngawen. Bapak Sugimo namanya, selaku pemimpin sanggar kesenian Rinding Gumbeng. Satu-satunya sanggar di Provinsi DIY yang masih melestarikan warisan budaya nenek moyang ini di pentas-pentas musik etnik nasional dan internasional.

Bambu adalah kekayaan alam asli dari negeri ini. Tak banyak yang mengenal tentang bambu, karena pelajaran sekolah kita hanya sebatas mengenalkan tanpa mengajarkan bagaimana bambu telah memberikan banyak manfaat di kehidupan mulai dari menutupi, mewadahi hingga memberikan alunan melodi yang indah. Benar kan? Coba kita yang saat ini sekolah formal, mungkin tidak mengenal banyak tentang bambu, kecuali jika orang tua atau masyarakat sekitar kita adalah perajin bambu.

Pak Sugimo dengan antusias bercerita tentang kegiatannya dalam melestarikan khazanah budaya itu. Saat ini dia telah membina banyak anak muda di sekitar rumahnya untuk belajar tentang alat musik itu. Dengan inovasi yang dia kembangkan sendiri ia bisa menyusun sebuah perangkat instrumen musik yang semua berasal dari bambu. Untuk orang yang tidak pernah mengenal sekolah musik dan mengetahui nada-nada melalui lembaga formal maka karyanya ini bisa dikatakan luar biasa.

Maka tak heran jika dosen-dosen dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta belajar langsung kepada beliau dan menjadi penghubung beliau untuk event-event pentas musik etnik. Dari beliau juga aku belajar tentang sikap hidup yang menerima dan bersahabat dengan alam. Jika kita mensyukuri karunia Allah dan memanfaatkan bumi ini dengan porsinya maka kecukupan rizki pasti akan dilimpahkan-Nya untuk kita. Hidup yang sederhana dan tidak neka-neka akan menajdikan peradaban negeri ini tetap asri dan harmoni.

Terima kasih Pak Sugimo atas inspirasinya hari ini. Kami juga bisa membawa pesanan kami agar bisa menjadi pengingat generasi muda tentang arti penting bambu bagi kehidupan banyak orang di negeri ini.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.