Ayyub ditimpa kesusahan lengkap (harta, keluarga habis, dirinya sakit tak berdaya), mengadunya kepada Allah agar disisakan hati dan lisannya agar tetap berdzikir. Dan tidak mengeluh semakna dengan hal ini, “aku kan hamba-Mu, kok diuji sampai begini sih”

Rasulullah Muhammad ketika dihujani batu oleh penduduk Thaif, berdoanya kepada Allah bukan menyalahkan mereka yang masih kafir, tetapi mengadukan lemahnya diri dan kurangnya siasat. Beliau juga tidak berkata, “Engkau kan yang memberi aku tugas dakwah ini, bantu aku dong”

Jangan-jangan, hari ini kita jadi susah ini karena memang kita sering tidak beradab. Mendikte Allah sesuka kita dan memposisikan Ia seperti partner dagang kita. Dengan perasaan yang sombong kita berkata karena kita dah shalat, dah dakwah, dah berjihad dll lalu kita mendikte-Nya untuk memenuhi segala keinginan kita. Siapa kita? Lalu bagaimana lagi yang tiap hari hanya mengkambinghitamkan banyak hal. Baru lihat gini salahkan sistem lah, salahkan kelompok itu lah, salahkan semua, pokoknya buruk semua sampai-sampai hati-hati kita menikmati semua ejekan yang keluar dari lisan kita. Naudzubillah.

Facebook

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.