Berawal dari ke-GJ-an nama-nama di FB yang sering kulihat, mulai dari kata-kata “celalu ……“ atau “celamanya“ atau yang aneh-aneh lainnya, aku tiba-tiba ingin menulis sesuatu yang sederhana saja, tentang pentingnya menghargai nama pemberian orang tua.

Ceritanya beberapa bulan lalu waktu pembukaan training IT kelompok studi IT SIM, aku mengundang seseorang yang memang sejak lama menjadi guru IT-ku, mas Hendri Destiwanto. Beliau adalah salah satu orang keren di Solo ini. Dalam pembukaan itu ada salah satu hal yang beliau singgung yakni tentang nama akun di FB.

Beliau tidak mau meng-approve orang yang ingin berteman dengannya (dan orang itu tidak dia kenali sebelumnya) jika tidak menggunakan identitas yang sesungguhnya, khususnya tentang namanya. Ini adalah salah satu prinsip yang beliau pegang dalam berteman di jejaring sosial. Sebegitunya? Iya, tapi di kemudian hari aku sadar. Identitas itu penting, jangan malu untuk ditunjukkan, karena itu bagian dari eksistensi yang sesungguhnya atas diri kita.

Selain itu, aku juga punya teman yang sering kupanggil dengan sebutan “Ki“ gara-gara kegemarannya di dunia per-Jawa-an. Sampai-sampai beliau membuat foto sampul di FB-nya, “Asma Kinarya Japa“ yang kurang lebih artinya dalam nama terkandung doa. Slogannya ini sampai-sampai ia populerkan pada murid-muridnya di sekolah sehingga mereka mengganti nama FB-nya dengan nama yang sebenarnya.

Yah, nama yang kita pakai saat ini adalah pemberian orang tua kita, mungkin juga guru kita, dan kita harus yakin bahwa mereka memberikan nama itu tidak sekedar nama, tetapi terkandung sebuah harapan dan doa. Jadi jika kita sering mengganti nama seperti layaknya artis untuk tujuan yang sebenarnya tidak lebih baik ketika kita menggunakan nama sendiri, alangkah ruginya kita. Nama kita hanya boleh diganti dengan „“kuniyah“ seperti yang Rasulullah ajarkan dengan “Abu ….“ atau “Ummu ….“, bukan dengan nama aneh-aneh seperti kebanyakan para artis di tanah air saat ini.

Ini sekedar kicauanku siang ini. Bagimana denganmu?

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.