Belajar IT itu terkadang membingungkan. Mengapa? Karena apa yang sebenarnya ingin kita pelajari. Maka tak mengherankan ketika tadi siang, mas Hendri, pembimbing kelompok studi IT SIM justru memulai pelajarannya dengan bertanya. Beliau terinspirasi dari K. H. Ahmad Dahlan yang memiliki gaya pengajaran berbeda ketika di waktu itu orang belajar agama itu ibarat menampung air tanpa henti dari mulut para kiai. Beliau justru bertanya dahulu kepada obyek dakwahnya agar beliau mengerti kondisi mereka dan dapat menyampaikan ilmu yang paling tepat untuk mereka saat itu.

Dengan dimulai dari sebuah pertanyaan sebenarnya itu memberikan konsekuensi bahwa orang yang belajar itu telah siap mental dan wawasan prasyaratnya. Ini mungkin terkadang sering dilupakan oleh orang yang mengajar, termasuk yang menulis ini. Dengan dimulai dari pertanyaan ini juga, maka akan terlihat siapa yang antusias dan tidak dalam belajar, maka terkadang guru yang terlalu bernafsu untuk menjelaskan semua hal, dia terkadang sering ditinggal ngobrol murid-muridnya, atau malah ditinggal tidur dan bermimpi indah. Mengenaskan bukan.

Dan tentang pendidikan hari ini, apakah telah dimulai dari sebuah pertanyaan penting, yaitu “mengapa harus belajar?”. Sepertinya hari ini lebih banyak guru yang hanya masuk kelas, mengucap salam, memberi catatan, tugas, kemudian menutup dengan salam dan pergi lagi, tanpa ada interaksi yang signifikan antara guru dengan siswa. Jarang sekali ditemui guru yang selalu mengulang setiap hari motivasi belajar siswanya. Padahal itulah yang sebenarnya diperlukan para siswa yang semakin hari semakin kacau saja karena gravitasi artis korea atau barat yang kuat. Mereka semakin sempit mengartikan belajar dan semakin menyederhanakan belajar itu sendiri. Jika guru tak memulai untuk memperbaiki, lantas kepada siapa lagi harapan perbaikan pendidikan bangsa ini disandarkan.

Dan ternyata bertanya dalam belajar itu memang bagian yang lebih sulit dari pada menjawab. Karena orang yang bertanya ketika proses belajar adalah orang yang memiliki kepedulian dalam menganalisis materi atau mampu memiliki pandangan yang lain sehingga perlu dikonfirmasikan kepada orang yang memimpin pelajaran itu. Bertanya ketika belajar itu sangat penting, karena malu bertanya sesat di jalan. Jadi biasakanlah memulai setiap aktivitas belajar kita itu dengan sebuah pertanyaan yang mendasar sebagai motivasi untuk kita belajar dan memahami sesuatu sebelum datangnya penjelasan yang lengkap. Dan yang paling spektakuler adalah jika ada siswa yang memulai pelajaran itu dengan bertanya. Itu artinya ada kesiapan materi dan mental para siswa yang cukup baik sebelum mendapatkan materi baru.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.