Hanya satu agenda yang paling tidak penting hari ini, yaitu browsing situs-situs berita ga jelas plus ga penting setelah tilawah subuh. Hemm, kebiasaan yang sesekali kumat sejak aku menjadi onliner. Namun demikian, ini hari yang sangat inspiratif bagiku.

Dimulai dengan menghadiri forum adik-adik 2010 yang pada berkonsolidasi untuk menyatukan visi dalam membangun tim SIM 2013 nantinya, aku merasakan ada hembusan masa depan yang sangat cerah bagi organisasi yang begitu kucintai ini. Sebuah superteam yang akan terlahir dari rahim lembaga sendiri untuk bertekad menjadi para pemimpin masa depan. Mungkin sebagian mereka akan menjadi super leadernya SIM, sebagian lagi akan mengabdi di fakultas-fakultas mereka atau dilembaga lain. Tidak masalah tetapi mereka harus mendapatkan sesuatu yang paling elit dari lembaga ini, yaitu mindset berkarya dan berprestasi.

Jika UKM yang lain punya kegiatan terelit masing-masing, seperti UKM olah raga dan bela diri dengan latihan rutinnya, UKM Kerohanian dengan kegiatan kajiannya, maka kegiatan terelit SIM adalah berdiskusi dan berkarya. Berdiskusi itu upaya memproduksi gagasan dan memperkaya wawasan. Berkarya itu sarana mewujudkan agar gagasannya tidak mubadzir. Terserah mau menuliskannya jadi esai atau karya tulis, jadi produk teknologi, jadi karya pengabdian masyarakat, atau bahkan jadi komoditas bisnis. Yang tidak boleh adalah menjadi anak SIM tapi ga melakukan apa-apa. Harus melakukan dan harus membuktikan, masalah prestasi itu urusan nanti, biarlah itu menjadi rahasia Allah.

Siang harinya ada diskusi dengan adik-adikku IT yang super. Trio SONIC yang memiliki gagasan cemerlang untuk mengembalikan ghirah PKM di UNS yang harus terus dipacu agar kedepan dapat menyabet medali di ajang PIMNAS. Apa gagasan mereka? Rahasia dong, ditunggu aja buktinya. Kemudian berlanjut dengan kunjungan dadakan dari sohibku yang mengirit adik-adiknya. Mereka adalah pasukan kelompok studi Teknik Industri UPN Veteran Yogyakarta. Karena tidak ada perjanjian dulu di awal, akhirnya hanya aku dan tante Erny yang bisa menemani dan sharing dengan mereka. Padahal banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari sharing hari ini. Kami belajar banyak dari mereka, dan mereka pun juga mendapatkan masukan dari kami. Semoga di lain kesempatan dapat dilanjutkan.

Sore harinya, aku mendapat undangan dari mas Hendri Destiwanto, guru per-online-anku. Beliau mengajakku bergabung di FGD dalam rangka penelitian tentang jejaring sosial yang diadakan oleh dosen sosiologi-antropologi FKIP UNS. Luar biasa, dapat pengalaman baru dunia komunitas online di Solo Raya. Kenal dengan teman-teman yang inspiratif dan penuh gagasan. Ada komunitas animasi, komunitas solo berkebun, komunitas blogger Bengawan, dan komunitas yang lain. Dan tentunya aku dapat kenalan dosen baru yang ke depan dapat ku mintai bantuannya dalam pengabdian masyarakat. Tante Erny, ini ada calon pembina comdev yang lain nih.

Hal yang lain adalah ada makanan gratis, tempat yang sangat nyaman, dan ……. (ups disensor kawan). Dan hal yang semakin tidak penting adalah saat aku berkenalan dengan salah satu dosen yang awalnya ku panggil mbak. Ternyata usianya udah seperti Bu Elvin, dosen evaluasiku di prodiku. Wah, ternyata ada dosen FKIP yang gaul dan selalu tampil muda ya. Maaf ya bu, sempat panggil-panggil mbak tadi. Dan jadilah ini cerita yang bikin aku dan mas Hendri ketawa terpingkal-pingkal. Dia juga menjadi korban “penipuan” penampilan ini sebelum aku.

Dan malam harinya ini, saat aku menulis tulisan ini, aku masih di suatu tempat yang sangat nyaman untuk menuliskan berbagai karya. Sambil merampungkan target tulisan di sebuah buku (agar menjadi antologi), aku menulis tulisan ini. Sebuah tempat yang menginspirasiku bahwa kaum difabel ternyata mampu lebih produktif dari pada aku yang dikaruniai tubuh sempurna. Oh jadi malu rasanya jika hari ini aku juga masih begini saja. Sok merasa sibuk, sok aktivis, sok jadi pembina, sok jadi macem-macem lah. Ternyata aku hanya orang yang terjebak dalam kesibukan saja, lupa berpikir lebih maju agar memberi dampak yang lebih signifikan. Terima kasih tempat yang nyaman. Terima kasih Allah atas hari yang kau berikan ini. Semoga hari esok lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.